Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

MENGGAGAS SERTIFIKASI ALA MUHAMMADIYAH

oleh : Ir Sudarusman

Kebijakan pemerintah perihal sertifi-kasi guru sangat berpengaruh ter-hadap perkembangan sekolah swasta, salah satunya Muhammadiyah. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan Juni 2013. Pertemuan Kepala Sekolah dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang studi ISMUBA (al-Islam-KeMuhammadiyahan dan bahasa Arab), terdapat gagasan yang menarik tentang “Sertifikasi ala Muhammadiyah” (Sertifika-si Sosial Muhammadiyah). Gagasan itu pe-nulis munculkan sehubungan dengan ke-gelisahan guru bidang studi ISMUBA. Tidak sedikit keberadaannya tidak diakui, atau jam mengajarnya tidak diperhitungkan sebagai persyaratan yang tersertifikasi oleh Departemen Agama sebagai Guru Profesi.

Sertifikasi saat ini telah menjadi pembicaraan yang sangat hebat. Topik-to-pik yang berkembang di kalangan gurupun bertema sertifikasi. Apabila berbicara ser-tifikasi, maka semua menjadi terabaikan. Padahal sertifikasi adalah penunjang kuali-tas guru untuk mencerdaskan anak bang-sa. Tapi saat ini, sertifikasi mengalami de-gradasi tujuan, bukan sebagai penunjang kualitas, namun justru menjadi bumerang dalam tumbuh kembang sekolah.

Keberadaan sertifikasi di sekolah sangat tergantung dari berapa jumlah rombongan belajar yang terdapat di sebuah sekolah. Artinya jika sekolah tumbuh dan berkembang secara otomatis jumlah peserta didiknya akan turut berkembang dan hak guru mendapatkan sertifikasi di sekolah tersebut akan berkembang pula.

Kondisi itu dapat dilihat dari antusiasme guru saat mengurus persyaratan dan kelengkapan. Dimulai dengan adanya keberanian membuat data palsu, hingga meninggalkan tugas utamanya sebagai guru. Hampir setiap ada informasi perihal persyaratan sertifikasi, selalu timbul suasana sekolah yang kurang kondusif diantara guru, terutama dalam mensikapi persyaraatan yang diperlukan. Dimaklumkan karena yang dapat sertifikasi tidak semua guru, hanya yang pasti guru ISMUBA lebih kecil memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.

Kamis, 16 Oktober 2014

PARENTING SEMINAR FOR SMART PARENTS



Berbagai kasus kekerasan yang dialami oleh insan pendidik dan peserta didik atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia pendidikan memerlukan perhatian dan penanganan serius jika kita ingin membentuk generasi berkarakter unggul.. Penyelesaian sesaat bukanlah solusi, diperlukan langkah cerdas agar generasi kita tidak terjerembab dalam situasi sulit yang akan menjadi beban mereka dalam kehidupan di masa depan... Karena itu ikutilah... SEMINAR PARENTING.. Membentuk Generasi Penyejuk Hati, generasi yang mampu memberikan warna dan nuansa pencerahan untuk meraih cita-citanya.

Hadiri.. Seminar Parenting untuk Orang Tua Cerdas, Peduli dan Hebat! "Membentuk Generasi Penyejuk Hati".. Hari Sabtu 25 Oktober 2014 (Hari Libur; 1 Muharram 1436H), pk. 09.00WIB.. bersama Smart Character Indonesia.. di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya.. Pendaftaran di ruang Lazismu atau di Sekretariat PDM (Pak. Eko) 031-3824240 dan 031-81189500 atau email ke lazismusurabaya@yahoo.co.id.. Investasi Rp.100.000,- (Fasilitas: Snack, Sertifikat, Buku "Anakku Investasiku" dan alat tulis).. bisa ditransfer ke rekening Bank Syariah Mandiri 1850008495 atau CIMB Niaga Syariah 5250100187001 a/n LAZISMU / LAZIS Muhammadiyah Surabaya..

Senin, 13 Oktober 2014

MEMBACA MENSTIMULASI OTAK


Oleh : Najib Sulhan, MA

Otak tidaklah stagnan, tetapi masih terus dapat berkebang. Namun sayang, hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan, mengapa? Ternyata kita masih sering mengabaikan stimulus. Terutama bagi anak-anak kita yang masih di usia dini. Padahal perkembangan sel otak pada usia dini sangat pesat. Salah satu stimulus untuk perkembangan otak adalah membaca.

Jika otak tidak diberi rangsangan atau stimulasi, maka sel otak tidak bisa berkembang dengan baik. Berbeda jika sel otak diberi rangsangan atau stimulasi, maka akan berkembang dengan pesat. Hubungan antar sel-sel otak tersebut akan terbentuk dari banyaknya stimulasi yang diberikan pada masa usia dini. Inilah yang dapat menentukan tingkat kecerdasan seseorang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia balita menentukan perkembangan fisik otak anak. Pada usia empat tahun perkembangan mencapai 80%. Pada usia 6 tahun mencapai 90%. Pada masa ini sudah hampir mencapai 100% perkembangan fisik otak.

Untuk perkembangan potensi kecerdasan atau intelektual anak mencapai 50% pada usia empat tahun. Lalu di usia 8 tahun mencapai 80%. Sisanya 20% akan terbentuk pada rentang usia 8 sampai 18 tahun. Ini menunjukkan bahwa stimulasi untuk membentuk jaringan sel-sel otak tumbuh di usia 0 sampai sekitar 8 tahun. Usia-usia ini sangat rawan dalam perkembangan otak anak kita, baik menyangkut perkembangan fisik otak maupun perkembangan potensi kecerdasan. Untuk itulah usia 0 hingga 7 tahun mendapatkan sebutan golden age (usia keemasan).

Sabtu, 16 Agustus 2014

AROGANSI SEKOLAH BESAR

Oleh Ir. Sudarusman (Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya)

Menentukan pilihan bagi sekolah terlihat sederhana. Yakni, diha-rapkan sekolah terhindar dari peserta didik yang terjerumus kenakalan. Peserta didik nakal dianggap sebagai pe-nyakit atau benalu. Kenakalan itu bukan sebagai tantangan untuk menjadikan pe-serta didik lebih baik bagi masa depannya. Namun, sekolah justru membuang dengan cara terhormat, seperti mengeluarkan tanpa peringatan, menaikkan kelas dengan syarat keluar dari sekolah, dan lain-lain.

Kecenderungan sekolah lebih su-ka memilih zona aman, agar terlihat ber-bobot dan bermutu. Sekolah yakin bahwa dengan keputusan tidak naik kelas, tidak lulus dan keluar dari sekolah akan mem-permudah pembinaan. Sebab, sekolah akan terhindar dari permasalahan peserta didik yang memiliki pikiran tidak lazim atau terkesan tidak menghargai orang lain.

Pada usia remaja terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan, sehingga timbul dua perubahan yang tidak terhindarkan yang sangat berpengaruh, diantaranya sifat dan perilaku. Dua proses yang memiliki hubungan saling terikat tersebut sangat individu.

Menentukan pilihan, juga terjadi pada lembaga pendidikan unggulan atau sekolah favorit yang dengan mudah mengeluarkan siswa untuk naik kelas dan pindah dari sekolah dikarenakan mereka melanggar tata tertib sekolah dengan kredit poin yang tinggi. Keputusan menge-luarkan siswa diyakini akan mengangkat brand image sekolah, sebagai sekolah unggulan yang tertib dan disiplin.

Selasa, 06 Mei 2014

PERSIAPAN JELANG UN SD

Motivasi peserta US/UN SD Muhammadiyah kota Surabaya bersama trainer handal, ust. Bagus Sanyoto, M.Si, Selasa, 6 Mei 2014 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya. Sebanyak 230 anak ikut larut dalam kegiatan yang memberikan penguatan mental, pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadai ujian yg akan berlangsung mulai 19 Mei 2014. Diantara materi yg cukup menarik adalah penumbuhan kepercayaan diri dan ujian tanpa curang dengan sebuah simulasi. Slamat anak-anakku, smg kegiatan hari ini menjadi bekal untuk menghadapi ujian shg memperoleh prestasi yg membanggakan. (Munahar-RED).

Kamis, 03 April 2014

PERUBAHAN PERILAKU CALON WALI MURID DALAM MENENTUKAN PILIHAN SEKOLAH

Menanamkan persepsi positif sebuah sekolah pada maasyarakat bukanlah pekerjaan mudah. Butuh waktu panjang untuk mengenalkannya. Salah satunya, memberikan pemahaman terhadap sekolah yang kita kelolah, sehingga mampu merubah pola pikir seseorang agar memiliki komitmen yang kuat terhadap sekolah. Melalui komitmen kuat terhadap sekolah dari perseorangan akan melahirkan persepsi positif suatu keluarga, kelompok dan persepsi masyarakat yang sering kita sebut customer sekolah.

Customer merupakan salah satu stakeholder paling penting dalam membesarkan sebuah sekolah. Tiap sekolah menginginkan lembaga yang dikelolanya tetap eksis, mendapakan posisi tepat dengan keunggulan-keunggulan berbeda. Pada persaingan antar sekolah yang semakin terbuka ini, perubahan terjadi pada competitor sekolah. Artinya, calon wali murid saat ini sudah mulai cerdas dan paham perihal kriteria memilih sebuah sekolah yang tepat untuk anaknya, tidak selalu memilih sekolah yang sama, yang saudara atau keluarganya pernah bersekolah. 

Perubahan cara berperilaku calon wali murid tidak terlepas dari percepatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah ditemukannya teknologi internet, perkembangan teknologi informasi mengalami loncatan yang luarbiasa. Jauh dari pemikiran semua orang masa lalu, semua informasi dari seluruh penjuru dunia dapat dibaca seketika itu juga oleh semua orang. Dampak yang terjadi amat besar dalam seluruh aspek kehidupan.
Begitu pula dengan calon wali murid sebagai individu dan manusia yang selalu ingin berkembang bersama dengan dinamika masyarakatnya agar tidak tertinggal. Sehingga calon wali murid saat ini hidup dalam media sosial yang semakin lama semakin masif. Segala macam interaksi sosial termasuk layanan dengan cepat dan sistemik dapat berlangsung tanpa siapapun yang mampu mengendalikan. Percepatan ini menjadikan calon wali murid bebas untuk berpendapat sekaligus memilih sekolah tanpa memperdulikan ketentuan-ketentuan yang mengikat.

Minggu, 08 September 2013

PILIHAN STUDI

Tanya Jawa Psikologi bersama : Rahma Kusumandari, S.Psi Pengasuh UPTD Kampung Anak Negeri – Dinsos Kota Surabaya.

Pertanyaan: Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bu Rahma, anak pertama kami saat ini duduk di kelas 3 SMA sehingga tahun depan insya Allah akan lulus dan berencana untuk melanjutkan kuliah. Kami ingin menanyakan kira-kira apa saja yang harus menjadi pertimbangan kami untuk menentukan jurusan dan perguruan tinggi. Jurusan apa saja ya Bu yang kira-kira prospek ke depannya akan bagus? (Masyuri - Surabaya)

Jawab : Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bapak Masyuri, dalam membantu Ananda untuk menentukan pilihan tempat studi nanti hal paling penting yang harus menjadi pertimbangan adalah pada minat dari Ananda. Minat ini dapat diartikan sebagai cita-cita atau harapan dari Ananda mengenai aktivitas yang akan dilakukan oleh Ananda selepas studinya. Pendampingan orang tua yang penting pada masa sekolah anak bukan hanya pada prestasi akademiknya tapi juga membantu anak untuk menemukan 'passion' atau kesenangannya. Karena dari situlah kita nanti akan mudah mengarahkan kemana langkah yang harus dituju untuk mengembangkannya. Jangan diasumsikan bahwa bidang tertentu akan memiliki masa depan yang lebih cerah pada umumnya. Asalkan seseorang bekerja pada bidang yang diminatinya dan ia fokus disana, insya Allah ia akan berhasil.

Selasa, 02 April 2013

Bila Anak Meniru Perilaku Negatif dari Lingkungan

Tanya Jawa Psikologi bersama : Rahma Kusumandari, S.Psi  Pengasuh UPTD Kampung Anak Negeri – Dinsos Kota Surabaya

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya menulis ini karena terkejut mendapati anak saya melakukan tindakan yang tidak sopan saat saya nasehati. Usianya 5 tahun saat ini. Hal ini tidak seperti biasanya, ia selalu mendengarkan dengan baik bila saya bicara, namun saat itu ia malah menjulurkan lidahnya seperti mengejek apa yang saya katakan. Emosi saya langsung terpancing. Saya bingung kenapa ia menjadi demikian? Padahal saya dan suami tidak ada yang pernah melakukan ini di hadapan anak. Apakan ini fase wajar dalam perkembangan anak? Apa yang harus saya lakukan? Tina - Surabaya

Jawaban:
Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Bunda Tina yang sedang resah, perilaku mengejek bukanlah hal yang akan dilakukan oleh setiap anak, sehingga hal tersebut bukanlah hal yang wajar dalam perkembangan seorang anak. Meskipun Ayah dan Bunda tidak pernah melakukan hal tersebut dihadapan anak, lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan jiwa anak sangatlah luas. Ia bisa saja mempelajari hal tersebut dari teman-teman bermainnya atau dari televisi. Disinilah peran Ayah dan Bunda sangat diharapkan untuk dapat memfilter informasi apa saja yang telah dterima anak sehingga ia tidak serta merta meniru perilaku negatif yang pernah dilihatnya. Mengapa seorang anak dapat menjadi tertarik untuk melakukannya? Coba kita amati apa yang akan terjadi bila seorang anak ‘berhasil’ mengolok temannya entah dengan menjulurkan lidah, mengejek atau membantah secara lisan, umumnya akan mendapat ‘perhatian’ dari orang lain atau anak-anak lain berupa gelak tawa dari temannya atau teguran dari orang dewasa. Sehingga anak mempelajari kalau ia melakukan hal tersebut, ia akan mendapatkan ‘perhatian’ serupa dari lingkungannya. Kerapkali anak lain juga menirukan hal tersebut seolah ‘mengakui’ kalau perbuatan tersebut boleh dilakukan.

Minggu, 17 Februari 2013

PERSAINGAN TERBUKA ANTAR SEKOLAH

Oleh : Ir. Sudarusman
Persaingan adalah fastabiqul khairat. Suatu keselarasan, bukan saling menjatuhkan. Justru sebagai kompetitor yang memunculkan ide-ide baru, membangkitkan motivasi pada komponen sekolah khususnya guru serta karyawan. Akhirnya, terciptalah iklim sekolah yang dinamis dan kreatif.

Sekolah Muhammadiyah adalah sekolah yang berdiri di atas organisasi Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan. Adanya bidang pendidikan dalam Muhammadiyah, diharapkan dapat membantu mencerdaskan masyarakat. Dunia pendidikan yang semakin komplek, membutuhkan sinergi antara pendidikan Muhammadiyah dengan masyarakat agar timbul kepercayaan yang baik untuk meningkatkan sistem pendidikan Muhammadiyah.
            Permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Muhammadiyah nampaknya tidak semakin bertambah ringan dan sederhana, melainkan cenderung berat dan komplek. Diantara tantangan berat yang dihadapi adalah persaingan yang semakin tajam dan terbuka. Tidak saja dengan sesama pendidikan swasta, melainkan dengan pendidikan yang dikelolah oleh pemerintah, khususnya di kota Surabaya. Saat ini mulai muncul sekolah dengan satu atap yang dimana setiap tahun semakin bertambah gedung baru, daya tambung semakin tinggi.

Rabu, 16 Januari 2013

MEMBANGUN CITRA LEMBAGA PENDIDIKAN


Oleh : Ir. Sudarusman

Sekolah adalah lembaga paling strategis untuk menciptakan perubahan masa depan. Berdasarkan dari realita di masyarakat pengelolah lembaga pendidikan tidak serta merta mendirikan sekolah tanpa memperhitungkan potensi sekolah dan potensi pasar yang tepat. Potensi sekolah yang memiliki keahlian dan kualitas yang baik harus memilih pasar yang tepat. Pasar yang tepat di sini adalah di mana para calon peserta didik sesuai dengan keahlian dan kualitas yang dimiliki sekolah tersebut.


PENCITRAAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Menurut penulis, bagian yang terpenting dari pengelolahan lembaga pendidikan bukanlah intelektualitas semata, yang terpenting khususnya intelektualitas praktis. Intelektual yang mencakup kemampuan untuk berinovasi, membaca situasi secara riil, menangkap dan menciptakan peluang, mengelolah aset, membuat perencanaan yang kalkulatif dan mencari solusi. Setiap lembaga pendidikan mau tidak mau harus mempunyai intelektualitas yang praktis karena lembaga pendidikan kami memiliki kemampuan menjadikan konsep ke realita.

Sabtu, 08 September 2012

KEGAGALAN PENDIDIKAN KARAKTER, KEGAGALAN PENDIDIKAN BANGSA

Oleh : Najid Sulhan, M.A.
     Ketika acara talkshow di Taman Apsari depan Grahadi, ada sa-lah satu peserta dari kasi Info-kom bertanya. “Bagaimana konsep Ba-pak tentang pendidikan karakter semen-tara kondisi bangsa yang ada sudah se-perti ini?” Sejenak saat itu saya terdiam, lalu saya mencoba menjawab. “Bagi sa-ya cukup sederhana, biarkan orang tua dan setengah baya yang banyak berulah akan dimakan usia. Justru yang perlu ki-ta fikirkan adalah bagaimana membang-un generasi baru yang sekarang masih anak-anak dan remaja. Dialah yang ke-lak akan memimpin negeri tercinta ini.” Mendengar jawaban itu, beliau meng-anggukkan kepala. Sepertinya setuju dengan konsep yang hendak saya tawar-kan untuk membangun genarasi baru.

Rabu, 06 Juni 2012

Euforia Kelulusan Babak Akhir Drama Ujian Nasional

Oleh : Drs. Najib Sulhan, M.A. (Anggota Majelis Dikdasmen PDM Surabaya).
            Ujian Nasional untuk SD, SMP, SMA, dan SMK telah berlalu. Bukan berarti drama Ujian Nasional telah berakhir. Masih ada lagi yang perlu dicermati, yaitu debaran jantung untuk menunggu hasil kelulusan. Apa yang dilakukan setelah lulus dan apa reaksi bagi yang tidak lulus?
            Fenomena Ujian Nasional mirip seperti drama. Berlangsungnya sangat dramatis. Seolah-olah ada skenario. Di dalam skenario ada tokoh, alur, dan setting yang jelas. kalau dilihat dari alur, maka tampak dimulai dari eksposisi yang dilanjutkan dengan komplikasi dan konflik, hingga mencapai klimaks, lalu sedikit menurut ke antiklimaks. Dilihat dari penokohan, maka ada siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, polisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Jika dilihat dari setting, maka fokusnya ada di sekolah.
 Pemaparan awal terkait dengan persoalan menjelang persiapan Ujian Nasional. Ini dialami oleh siswa akhir di sekolah, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Orang tua mulai diajak sosialisasi terkait dengan persoalan UjiaN Nasoonal. Tidak sedikit sekolah menghentikan semua agenda, kecuali hanya fokus pada Ujian Nasional.

Minggu, 13 Mei 2012

MULIAKANLAH GURU

Guru Laksana Pelita Ilmu, Cahaya yang menerangi kegelapan...

Oleh : Abdul Hakim, M.Pd.I
     Tentu bukan asal pilih bila Anda menetapkan profesi atau jalan pengabdian sebagai guru atau pendidik. Anda pasti yakin profesi guru sungguh terhormat dan mulia. Harus diakui, gurulah yang mengubah dunia dari gelap-gulita menuju terang-benderang bermandi cahaya. Gurulah yang melahirkan manusia-manusia besar di pentas dunia. Berkat guru, ilmu dan teknologi ditemukan dan berkembang, serta memberi banyak manfaat bagi kehidupan. Berkat guru, manusia menjadi beradab, harkat dan martabat manusia diangkat dan diselamatkan, nilai-nilai kebajikan ditransformasikan. Berkat guru, kebijakan hidup diwariskan, sehingga anak-anak kita mengenal baik-buruk, halal-haram, atau hak-kewajiban. Berkat guru, anak-anak kita taat kepada Tuhan, bakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi nilai kemanusiaan. Berkat guru, kita bisa berharap akan terus lahir generasi yang mengedepankan integritas, disiplin, kejujuran, ketulusan, kebersamaan, kesetaraan, tolong-menolong, saling menghargai, saling bertoleransi, kreativitas, kerja-keras, pengorbanan, kepedulian, dan tanggung jawab.

Rabu, 09 Mei 2012

TAMAN KANAK-KANAK SEBAGAI PONDASI GENERASI


Oleh : Ruhama, S.Pd.
“Allah meneguhkan pendirian orang beriman dengan ”ucapan yang meneguhkan”, baik selama ia hidup di dunia, maupun di akhirat nanti, dan membiarkan sesat orang yang zalim. Dan Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki.” (Q.S. Ibrahim:27).
   Ali bin Abi Tholib pernah berkata, “Perlakukan anak usia 0 sampai 8 tahun, sebagaimana Anda memperlakukan seorang raja. Perlakukan anak usia 8 sampai 15 tahun, sebagaimana Anda memperlakukan seorang tawanan perang. Untuk anak usia 15 sampai 23 tahun, maka perlakukan anak sebagaimana seorang teman atau sahabat.”

PARAMETER GURU BERKARAKTER

Oleh : Drs. Najib Sulhan, M.A
Setiap tanggal 2 Mei bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tahun 2011  yang lalu tema besar yang diangkat adalah ”Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”. dengan sub tema ”Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”. Kini sudah satu tahun berlalu, bagaimana hasilnya?

Berbicara karakter sekolah adalah berbicara guru, karena karakter sekolah adalah karater guru. Gambaran karakter guru di sekolah, maka itulah potret dan gambaran siswa yang ada. Untuk mengetahui lingkungan sekolah itu berkarakter, maka setiap individu, khususnya guru bisa membuat parameter diri. Berikut ini langkah mudah untuk melihat diri sebagai guru berkarakter.

Sabtu, 05 Mei 2012

PENDIDIKAN KARAKTER = AKHLAQ ISLAM

Oleh : Drs. Symsun Aly, M.A (Ketua LAZISMU Surabaya)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (Q.S. An-Nisa’ ayat 36).

Sebelum muncul istilah “Pendidikan berKarakter” di Indonesia, Islam sudah lama sekali memberikan pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan karakter tersebut. Akan tetapi, kebanyakan orang merasa alergi kalau pendidikan karakter yang kini lagi boming di tengah-tengah dunia pendidikan Indonesia itu, sebenarnya diilhami oleh akhlaq Islam. Misalnya dalam al-Qur'an surat an-Nisa': 36 di atas, sudah ada 10 model pendidikan karakter yang harus diajarkan dan diamalkan oleh manusia, yaitu :

Senin, 19 Maret 2012

BERIKAN IMUNITAS KEPADA ANAK-ANAK

Oleh : Drs. Najib Sulhan, M.A.
“Maka sesungguhnya di samping  kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya di samping kesulitan ada kemudahan. Karena itu, bila engkau telah selesai dari satu pekerjaan, maka kerjakan pula pekerjaan berikutnya.” (Q.S Al-Insyirah: 5-7). Hidup itu menjalani serangkaian pengalaman. Sebuah kata bijak yang sangat menarik, “pengalaman adalah induknya pengetahuan.” Ini artinya, semakin banyak pengalaman yang diperoleh anak-anak maka semakin banyak pengetahuan yang didapatkan. Sebaliknya, ketika anak-anak kurang pengalaman, maka pengetahuan yang didapatkan tidak seberapa.

Banyak hal yang perlu dijadikan pelajaran di dalam kehidupan sehari-hari ini. Ada pelajaran dari kegagalan dan ada pelajaran dari kesuksesan. Ada pelajaran dari diri sendiri dan ada pelajaran dari orang lain. Bahkan banyak pula kita mengambil pelajaran dari lingkungan sekitar.

Selasa, 21 Februari 2012

AKREDITASI SEKOLAH

Oleh : Choirul Amin
"Setiap tahun ajaran baru, tidak saja siswa menyiapkan ini dan itu tapi lebih dari itu orang tua tidak kalah sibuknya. Bukan saja persiapan yang bersifat materi, keuangan, seragam sekolah dan buku, misalnya, tapi kebutuhan atau persiapan non materipun kadang memusingkan kepala. Apa itu? Yaitu memilih sekolah yang bermutu, berwibawa dan layak dijadikan tolak ukur keberhasilan di masa depan."
     Gejala seperti ini tidak hanya dimonopoli oleh sekolah-sekolah swasta, di sekolah-sekolah negeri pun berlaku hal yang sama, tidak mudah memilih dan menentukan sekolah mana yang benar-benar menjanjikan masa depan yang lebih cemerlang, apalagi sekolah swasta yang belum jelas status dan kredibilitasnya.
  Salah satu upaya untuk mengantisipasi kesenjangan mutu antara sekolah negeri dan swasta adalah pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan sigapnya mengeluarkan satu keputusan melalui Dirjen Dikdasmen No. 020/C/Kep/I'83 tentang akreditasi sekolah swasta. Ini dimaksudkan mendorong sekolah swasta untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran mengingat kondisi obyektif di sekolah-sekolah swasta sebagian besar mutu pendidikannya masih jauh dari standart normal. Sebagai konsekuensi logis dari kebijaksanaan tersebut melahirkan apa yang disebut klasifikasi mutu sekolah yang bervariasi, ada sekolah yang berstatus disamakan, diakui dan satu lagi sekolah yang hanya berstatus terdaftar.

Rabu, 11 Januari 2012

KEWIBAWAAN KOLEKTIF DI SEKOLAH

Oleh : Choirul Amin
Diakui atau tidak akhir-akhir ini penghargaan masyarakat terhadap sekolah dan guru cenderung rendah kalau tidak mau dikatakan hampir punah. Penyebabnya bukan karena kepala sekolah maupun guru kurang atau tidak mengetahui hak dan kewajiban sebagai pendidik, akan tetapi mereka kurang mampu mengelola kewibawaan yang mereka miliki secara kolektif.
Menurut mantan Mendiknas Prof. DR. Wardiman Djojonegoro yang dimaksud kewibawaan kolektif tidak lain adalah satu kesatuan pandangan, wawasan atau kebijaksanaan yang berasal dari penyelenggara pendidikan, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, tenaga administrasi dalam upaya menegakkan dan menjunjung tinggi almamater sekolah hingga tercipta lingkungan yang asri, tentram dan wibawa. Dengan kata lain kewibawaan kolektif merupakan komitmen bersama dari semua unsur penyelenggara pendidikan yang harus dipegang teguh dalam upaya menegakkan disiplin, sekolah dan guru. 
Sejalan dengan definisi kewibawaan kolektif di atas, ada 2 faktor utama yang berpotensi merusak kewibawaan sekolah dan guru bila tidak disikapi secara bijak dan profesional. Yang pertama adalah kondisi obyektif intern sekolah dan yang kedua persepsi orang tua terhadap sekolah.


LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA