Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah
TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta
Tampilkan postingan dengan label Rumah Kebajikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Kebajikan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Desember 2014
MUHASABAH DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PUTAT JAYA SAWAHAN
Semangat memberi, membantu dan menyantuni kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim senantiasa menjadi tekad dan komitmen segenap Pimpinan Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya di Cabang Sawahan Surabaya.
Pada akhir bulan Desember 2014 lalu Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya mengadakan kegiatan Muhasabah dan Refleksi di Masjid Ukhuwah yang ter-letak satu komplek dengan Panti. Kegiatan itu diisi dengan Pengajian dan silaturrahmi. Selain dihadiri oleh PCM Sawahan, PRM Putat Jaya, janda/lansia warga sekitar dan anak asuh (Panti dan Non Panti), acara ini juga dihadiri oleh 20 orang Wanita Harapan eks lokalisasi Putat Jaya binaan Pokja P2 Muhammadiyah Surabaya.
Dalam muhasabah tersebut pen-ceramah mengajak hadirin untuk berin-trospeksi dan mengevaluasi diri apakah ke-hidupan yang dijalani selama ini sudah be-rada di jalur yang benar atau belum. Jika belum tentu masih ada kesempatan untuk berubah menuju hidup yang lebih baik dan berbenah diri menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT serta me-ninggalkan segala yang dilarangNya.
Di akhir acara dilakukan penye-rahan santunan kepada Wanita Harapan eks Lokalisasi, anak yatim dan janda/lansia yang merupakan sumbangan dari para donatur dan Lazismu Surabaya. (Adit-RED).
Senin, 10 September 2012
PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH GENTENG
Sebagai institusi pelayanan sosial Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Genteng mempunyai visi yaitu menjadi Amal Usaha Muhammadiyah nirlaba yang profesional dalam rangka menyiapkan sumber daya insani yang bertaqwa, berilmu dan beramal. Karena itu panti memberikan kesempatan dan pelayanan pendidikan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, serta menyiapkan kader penerus roda perjuangan Persyarikatan di masa depan. Para pengurus panti yaitu H. Suprapto, Ir. Ashari, Fanani Dahlan, Saiful Wakang, Misbahul Munir, Maria Munir dan lain-lain, berjuang ekstra keras guna mengelola dan membesarkan panti.
Awal mula keberadaan Panti Asuhan Muhammadiyah Genteng yang berada di Jl. Grogol III/12 Surabaya ini merupakan institusi sosial dibawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambak Sari khususnya, dalam binaan Panti Asuhan Muhammadiyah Gresikan. Seiring dengan perkembangan perkembangan kota dan untuk menyesuaikan tata wilayah pemerintahan maka dilakukan peralihan tanggung jawab dan wewenang menjadi di bawah naungan PCM Genteng sejak tanggal 7 Rajab 1424 H atau bertepatan dengan tanggal 14 September 2003 M.
Awal mula keberadaan Panti Asuhan Muhammadiyah Genteng yang berada di Jl. Grogol III/12 Surabaya ini merupakan institusi sosial dibawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambak Sari khususnya, dalam binaan Panti Asuhan Muhammadiyah Gresikan. Seiring dengan perkembangan perkembangan kota dan untuk menyesuaikan tata wilayah pemerintahan maka dilakukan peralihan tanggung jawab dan wewenang menjadi di bawah naungan PCM Genteng sejak tanggal 7 Rajab 1424 H atau bertepatan dengan tanggal 14 September 2003 M.
Minggu, 11 Desember 2011
AYO DUKUNG, PEMBANGUNAN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PABEAN CANTIAN

Gerak melintas jaman benar-benar mengilhami Muhammadiyah Pabean Cantian untuk berdakwah lebih luas dan bergairah. Sebagai Cabang tertua di Surabaya, PCM. Pabean Cantian pernah mengalami kevakuman hingga mendapat julukan mati suri karena hampir tidak terdapat aktifitas dakwah. Demikian pula keberadaan pimpinannya tidak pernah jelas karena terlalu lama tidak mengaktifkan kegiatan dakwah .
Namun saat ini muncul gerakan kebangkitan kembali dengan diaktifkannya Ranting Muhammadiyah Krembangan Utara pada tahun 2002 yang mendorong Muhammadiyah Cabang Pabean Cantian untuk menyelenggarakan aktivitas dakwah kembali. Salah satu produk dakwah yang hingga kini menjadi pedoman adalah dicetuskannya Rencana Pengembangan Dakwah Muhammadiyah (Rependam) yang memuat tahapan-tahapan skala prioritas program Musyawarah di Cabang Pabean Cantian. Pelaksanaan rependam berjalan sesuai harapan, setelah mereorganisasi melalui pelaksanaan Musycab tahun 2006, kemudian dilakukan Revitalisasi Pendidikan yaitu SD Muhammadiyah 13. Keberhasilan bidang pendidikan berimbas pada bidang Tabligh dengan direnovasinya Masjid dakwah Pemuda di Jl.Sampoerna 65 dan kini saatnya memasuki tahap III yakni bidang kesejateraan Masyarakat yang tertuju pada pendirian Panti Asuhan Muhammadiyah di Surabaya Utara. Disisi lain pendirian panti Asuhan terdorong oleh kesuksesan PC. Aisyiyah Pabean Cantian dalam membina kaum dhuafa dan anak yatim piatu non panti. Dengan demikian Muhammadiyah tinggal menyediakan asramanya .
Rabu, 29 Juni 2011
PROGRAM ENTREPRENEURSHIP PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH WIYUNG
Minggu, 26 Juni 2011
MENDIDIK ANAK YATIM MENJADI MANDIRI DAN KREATIF
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Surabaya berdiri tahun 1990 dan merupakan pecahan dari PCM Sukolilo, sebagai akibat pemekran wilayah kecamatan. Ketua PCM. Kenjeran yang diberikan amanah saat itu adalah Drs. Abdul Munif, sedangkan bagian PKU adalah Drs. Khatam Susanto.
Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat miskin dan kurang mampu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran memandang perlu mengadakan amal usaha bidang sosial. Karena itu pada Raker PCM Kejeran tahun 1990 disepakati dan diputuskan untuk mencari lahan yang memadai dan strategis guna membangun Panti Asuhan. Pada tahun 1993 akhirnya dilakukan jual beli tanah seluas 1.024 meter persegi di Jalan Tambak Wedi Baru 77 Surabaya dengan pemilik tanah, Bpk. Tamiadji BA. PCM Kenjeran terutama bagian PKU waktu berupaya keras untuk dapat melunasi pembayaran tanah dengan cara diangsur sementara itu juga dapat memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan para dhuafa.
Minggu, 15 Mei 2011
PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PUTAT JAYA
SEMANGAT AL-MA'UN DI ZONA LOKALISASI
Berdakwah di area lokalisasi membutuhkan tenaga dan perhatian ekstra yang lebih serius karena menghadapi berbagai permasalahan masyarakat yang kompleks. Hal itulah yang dialami oleh Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya yang berada di ‘daerah merah’ tersebut.
Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya dirintis sejak tanggal 19 Agustus 1999 yang berawal dari ketergerak-kan hati para Pimpinan Ranting Muhammadiyah Putat Jaya bagian PKU menyaksikan beberapa anak yatim di sekitar Masjid Ukhuwah yang tidak bersekolah. Guna mengatasi hal itu para pengurus berupaya menggerakkan penggalangan dana untuk penyantunan mereka. Oleh pengurus sementara anak-anak tersebut kemudian dimasukkan ke Panti Asuhan Muhammadiyah Pakis.
Rabu, 13 April 2011
KIPRAH PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH WIYUNG
Sejak Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung berdiri menjadi Cabang sendiri (menyesuaikan perkembangan kota Surabaya) pada tahun 1996, maka segala urusan yang dahulu diurus oleh PCM Karang Pilang menjadi tanggung jawab PCM. Wiyung, termasuk pemberian santunan kepada 67 anak asuh yatim piatu dan para dhuafa. Sebagai organisasi yang baru PCM Wiyung dihadapkan pada banyak urusan yang harus dikerjakan sehingga pembinaan anak asuh belum dapat dilakukan secara optimal dan baru sebatas pemberian santunan biaya sekolah. Pembinaan mental spiritual hanya dilakukan seminggu sekali.
Menyadari bahwa pembinaan mental seharusnya dilakukan setiap hari dan sesuai dengan amanat Musycab PCM Wiyung tahun 2000, maka dibangunlah gedung Panti Asuhan Muhammadiyah Wiyung diatas tanah wakaf Ibu Hj. Asnah seluas 573 m3, dengan biaya Rp. 425 juta. Pembangunan dimulai pada bulan Juni 2002. Selanjutnya guna menunjang manajemen panti diperlukan kepengurusan struktural untuk mengelola Panti secara profesional. Maka pada bulan November 2003 PCM. Wiyung telah membentuk dan menetapkan kepengurusan Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Wiyung. Setelah itu pada bulan Desember 2003 gedung Panti yang baru akhirnya ditempati oleh anak-anak asuh sehingga kegiatan pembinaan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Menyadari bahwa pembinaan mental seharusnya dilakukan setiap hari dan sesuai dengan amanat Musycab PCM Wiyung tahun 2000, maka dibangunlah gedung Panti Asuhan Muhammadiyah Wiyung diatas tanah wakaf Ibu Hj. Asnah seluas 573 m3, dengan biaya Rp. 425 juta. Pembangunan dimulai pada bulan Juni 2002. Selanjutnya guna menunjang manajemen panti diperlukan kepengurusan struktural untuk mengelola Panti secara profesional. Maka pada bulan November 2003 PCM. Wiyung telah membentuk dan menetapkan kepengurusan Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Wiyung. Setelah itu pada bulan Desember 2003 gedung Panti yang baru akhirnya ditempati oleh anak-anak asuh sehingga kegiatan pembinaan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
MARI BERAMAL NYATA

