Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

DAHSYATNYA ASI DALAM MEMBANGUN GENERASI


Oleh : Ruhama, S.Pd
     Dalam sebuah acara halal bi halal di Restoran Surabaya Country beberapa hari yang lalu, saya mendengar komentar Prof. Dr. Sahab terkait dengan Air Susu Ibu atau yang sering dikenal dengan ASI. Beliau menyampaikan bahwa di negara tetangga, Malaysia, ibu-ibu dianjurkan untuk memberikan ASI selama dua tahun. Bahkan ketika beliau berkunjung di beberapa rumah sakit, semua menganjurkan agar ibu-ibu menyusui bayinya selama dua tahun.
     Ada yang menganggap ini merupakan sesuatu yang  baru. Sebenarnya, lebih dari 14 abad yang lalu Allah sudah mengingatkan kepada kita tentang ASI. Ini bukanlah hal yang baru, tetapi ini merupakan kesadaran yang baru tumbuh. Manusia mulai menyadari betapa pentingnya ASI dalam membangun generasi setelah melihat generasi muda saat ini yang mulai menjauhi nilai-nilai kebenaran. Bahkan tidak jarang yang berani melawan orang tuanya sendiri. Semoga kesadaran ini bukan hanya di negara tetangga, tetapi juga di negara tercinta kita, Indonesia.

Minggu, 01 Mei 2011

SEMINAR PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBERDAYAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

Oleh : Andi Hariyadi, M.Pd.I
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya dalam rangka memperingati sekaligus menghargai perjuangan RA.Kartini, pada hari Sabtu 30 April 2011, pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya , telah menyelenggarakan kegiatan seminar yang bertema “Peran Perempuan Dalam Pemberdayaan Kerukunan Umat Beragama”, menghadirkan moderator dan dua narasumber yang lain dari biasanya karena disamping semuanya wanita, alasan lain yaitu moderator adalah seorang pendeta, bernama Agustina Manik berasal dari organisasi Gereja Kristen Indonesia. Narasumber pertama Dra.Hj. Nur Haidah, seorang mubalighot yang menjabat sebagai wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, dan narasumber kedua I.G.A.A. Noviyanti seorang akademisi yang menekuni psikologi sekaligus menjabat ketua Wanita Hindu Surabaya.
            Seminar yang dihadiri lebih dari seratus undangan, dari berbagai elemen masyarakat dan keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu) mendapat respon positif dari para peserta, terbukti dari peran moderator yang mampu menjadikan suasana seminar lebih hidup, dan para narasumber yang begitu piawai dalam menguraikan peran perempuan dalam pemberdayaan kerukuan umat beragama, indikasinya dari berbagai aksi kerusuhan yang ada sangat sedikit melibatkan perempuan, sehingga hal ini menunjukkan betapa pedulinya perempuan dalam membangun kerukunan di masyarakat, termasuk kerukunan umat beragama. Lebih – lebih seorang wanita yang memiliki tugas atau peran sebagai : ibu, istri, anak, pendamping, penyayang, pengibur, sehingga dari sini upaya membangun kerukunan dari seorang wanita lebih kuat terasakan.

Selasa, 05 April 2011

WANITA SHOLEHAH PERHIASAN TERINDAH

Raden Ajeng Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904), bagi rakyat dan bangsa Indonesia memiliki kedudukan istimewa karena perannya yang begitu cemerlang membuka tabir kegelapan hingga terbitlah terang, lebih-lebih ketika bangsa yang sedang terjajah, terbelenggu dan terus dibodohkan. Di tengah keterbatasan yang ada Kartini bangkit sehingga dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Ide dan pemikiran Kartini sebagaimana yang tertuang dalam surat-suratnya menunjukkan kepedulian atas kondisi sosial wanita saat itu, sehingga ia berharap ada kesempatan bagi wanita untuk belajar dan menuntut ilmu. Beliau dengan kritis mempertanyakan pola beragama yang sekedar dilafalkan dan kurang dipahami secara benar. Menurut Kartini agama harus bisa menjaga kita dari dosa. Begitulah sekilas harapan dan perjuangannya untuk kebangkitan kaum wanita dari keterpurukan, dan bukan sekedar peringatan Kartinian (21 April) dengan penampilan model busana tetapi jauh dari ide-ide cemerlang pemberdayaan.

Disamping RA Kartini, juga ada Nyai Walidah Dahlan (Yogyakarta, 1872 s/d 31 Mei 1946). Sebagai istri KH. Ahmad Dahlan, beliau juga menjadi penggerak gerakan wanita pada mulanya di Kauman Yogjakarta dengan nama gerakan “Sopo Tresno”. Pada mulanya masyarakat kauman menganggap wanita itu subordinat dari laki-laki, tetapi Nyai Dahlan mencoba menyadarkan pandangan seperti itu tidak berdasar, dalam pandangannya kaum wanita adalah patner dari laki-laki. Mereka sendirilah yang harus bertanggungjawab dihadapan Allah SWT. Beliau juga menggerakkan kegiatan pendidikan bagi kaum wanita serta menentang kebijakan kawin paksa, sehingga mendapat perlawanan dari sebagian masyarakat waktu itu. Namun akhirnya masyarakat bisa memahami pemikiran Nyai Dahlan.


LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA