Pandu Hizbul Wathan (HW) sebelum dilebur oleh pemerin-tah ke dalam Pramuka pada tahun 1962, dahulu keberadaannya sangat dikenal sebagai ajang perkederan guna membentuk jiwa dan karakter seorang pemimpin bangsa. Beberapa tokoh pemimpin bangsa, diantaranya Panglima Besar Jenderal Sudirman sebelum masuk tentara, dikader dan dibentuk di HW. Pandu HW menempa anggotanya untuk menjadi seorang pemimpin yang taat beribadah, berjiwa pantang menyerah, berbudi luhur, rendah hati, ikhlas, suka menolong, sedikit bicara, banyak bekerja dan berakhlaq mulia.
Beberapa tahun yang lalu Pandu HW telah lahir kembali dan secara mandiri tumbuh berkembang bersama Organisasi Oto-nom (Ortom) lainnya menjadi wahana perkaderan bagi Muham-madiyah. Tak terkecuali dengan Pandu HW di kota Surabaya. Dalam rangka mempersiapkan kader-kader Pandu HW yang militan dan terorganisir maka Kwarda HW Surabaya pada tanggal 11-13 Oktober 2013 telah mengadakan Pelatihan Jaya Melati I.