Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Selasa, 11 Oktober 2011

PERLU SEMANGAT JIHAD UNTUK BERQURBAN

Oleh : SYAMSUN ALY, M.A
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. 29 / Al-Ankabut : 69)

     Setiap Mu'min tentu berkeinginan untuk dapat berkurban. Namun kenyataan di lapangan masih sedikit yang mampu melakukan, dengan alasan tidak punya uang untuk membeli hewan  kurban.
  Sementara bagi yang diberi kemampuan finansial, masih banyak yang enggan merespon syari'at Nabi Ibrahim tersebut, dengan alasan tidak diwajibkan. Sehingga jumlah hewan yang disembelih untuk kurban setiap Idul Adh-ha, tidak seimbang dengan jumlah orang-orang miskin yang membutuhkannya.

KURBAN PERWUJUDAN SYUKUR
  Banyak sekali ni'mat Allah yang telah diberikan kepada manusia secara cuma-cuma. Mulai dari jasmani yang amat sempurna (ahsani taqwiim) hingga  rohani yang luar biasa, berupa akal dan jiwa. Sehingga manusia bisa memimpin kehidupan dunia, serta dapat menaklukkan hampir semua makhluk di jagat raya.
  Di samping itu Allah juga memberikan manusia ilmu dan ketrampilan serta rizki dalam kehidupan. Di daratan berupa tanaman, umbi-umbian, buah-buahan, sayur-mayur, serta ragam binatang ternak untuk membantu kerja atau dikonsumsi dagingnya.  Sedang di lautan berupa aneka macam ikan, rumput-rumputan, bahkan intan permata, dan masih banyak lagi lainnya. Yang semua itu disediakan yang Maha Rahman untuk seluruh Bani Adam tersayang.
     Allah swt. mengingatkan kepada kita dalam Kitab SuciNya : “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS.14 / Ibrahim : 34).
  Bahkan di dalam Surat ke 55, Allah secara khusus membeberkan secara luas akan kemurahan ni'matNya, sambil berkali-kali melemparkan pertanyaan kepada manusia ”fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz–dzibaan” maka ni'mat Tuhanmu manakah yang masih kalian dustakan (simak QS. Ar-Rahman : 1-78).
  Dari berbagai ni'mat dan karuniaNya yang amat banyak itu, Allah swt. hanya menyuruh 2 hal kepada manusia, yakni menegakkan shalat & berkurban karenaNya, untuk keshalihan dirinya dan keshalihan masyarakat sekitarnya. (simak QS. 108 / Al-Kautsar : 1-3), jika ingin menjadi hamba yang bersyukur kepadaNya, yang dijanjikan tambahan ni'mat dariNya, dan disiksa jika mengingkarinya. (simak QS. 14 / Ibrahim :7).
     Itulah sebabnya maka ada sebagian ulama' yang berpendapat bahwa hukum kurban itu wajib karena sejajar dengan perintah shalat (fashalli lirabbika wanhar) walau umumnya menegaskan hukum kurban Sunnah Muakkadah (sunnah yang mendekati wajib).

PERLU JIHAD UNTUK BERKURBAN.
  Bagi ummat Islam yang memliki kemampuan, jihad yang diperlukan adalah keyakinan dan kemauan untuk berkurban, karena sudah ada uang untuk membeli hewan, sehingga tidak ada lagi persoalan. Namun bagi mereka yang hidupnya pas-pasan, maka jihad yang diperlukan disamping keyakinan dan kemauan, harus ada program dan manajemen keuangan yang benar-benar terkendalikan. Kemudian melakukan tindakan nyata untuk berkurban dengan :
1. Menabung secara rutin, lalu dibelikan hewan kurban.
2. Membeli kambing kecil (muda), dititipkan (dipelihara) pada penggembala di desa, lalu disembelih saat Idul Adh-ha.
3. Mengadakan arisan khusus untuk kurban.
4. Pinjam uang di koperasi (ybs. sebagai anggota koperasi) lalu dibelikan hewan kurban.
5. Selalu berusaha meningkatkan penghasilan dengan ikhtiyar yang halal disertai do'a yang tulus kepadaNya.
  Karena Allah swt. telah menjanjikan berbagai jalan kemudahan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh (jihad) di jalanNya. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh( berjihad) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 29 / Al-Ankabut : 69). Mari kita mulai dari sekarang, semoga yang Maha Rahman  memberi  kemudahan. Amien.

SYAMSUN ALY, M.A
Guru SMKM 1, Dosen FE UMS dan Ketua LAZISMU Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA