Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Selasa, 01 April 2014

SANG PEMIMPIN UTAMA

Bila seorang muslim mengagumi pribadi Rosululloh Muhammad SAW itu memang seharusnya. Tentu kekaguman itu atas dasar kebenaran informasi dari Alquran, wahyu yang pasti benar, serta bukti-bukti sejarah yang tak terbantahkan. Kekaguman itu bahkan harus bermuara pada ketaatan kepada-Nya setelah ketaatan absolut kepada Alloh Robbul 'alamin. Ketaatan itu harus diekspresikan dalam bentuk ikrar menjadikan manusia pilihan-Nya itu sebagai teladan utama dalam semua dimensi kehidupan. Ketaatan itu harus disadari sebagai konsekuensi iman dan cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya.

“Katakanlah (Muhammad),'Jika kamu benar-benar mencintai Alloh, ikutlah aku, niscaya Alloh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosa-Mu. Alloh Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang'. Katakanlah (Muhammad), Taatlah kepada Alloh dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Alloh tidak menyukai orang-orang kafir.” Demikian Alloh menegaskan konsekuensi iman dalam Surat Ali Imron 31-32.

Keteladanan Rosululloh sesungguhnya tidak hanya untuk kebajikan umat Islam atau orang beriman semata. Sebab, Alloh mengutus Rosululloh SAW untuk kemaslahatan semesta alam. “Dan tidaklah Aku mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” demikian ditegaskan dalam Alquran Surat Al-Anbiya 107.

Maka bagi seorang mukmin yang mengharap kebajikan dunia-akhirat, meneladani Rosululloh SAW adalah keniscayaan, atau wajib alias fardu 'ain. “Sungguh nyata bagimu pada diri Rosululloh itu teladan utama , yakni bagi mereka yang mengharap rahmat Alloh dan mengharap kenikmatan akhirat, serta mengingat Alloh sebanyak-banyaknya,” Alquran Surat Al-Ahzab 21.

Keteladanan Rosululloh tercermin dalam akhlaknya. Ketika Aisyah ditanya tentang kepribadian nabi mulia itu, maka hanya ada satu jawaban disampaikan istri nabi itu, “Sungguh akhlaq beliau itu adalah Alquran.” Ya, Rosululloh adalah The Living Al-Qur’an. Agar setiap mukmin tidak ragu, dalam Surat Al-Qolam ayat 4, Alloh SwT menyatakan karakter Rosul dengan kalimat singkat, “Dan, sungguh engkau benar-benar berbudi pekerti agung.”

Ya, ketika terjadi krisis keteladanan seperti sekarang ini, umat Islam, khususnya para pemimpin wajib kembali kepada khasanah ensiklopedi akhlak kenabian. Beliaulah pemimpin teladan tanpa tandingan. Generasi muda, orang tua, ayah-ibu, suami-istri, ekonom, politisi, pendidik, pejabat, hakim, jaksa, pengacara, bahkan siapa saja sesungguhnya tidak termasuk orang beriman selagi belum menjadikan Rosululloh sebagai super leader, pemimpin utama, teladan terbaik, sumber pendidikan karakter utama.

Ini pula yang harus disadari oleh para pemimpin, presiden, menteri pendidikan dan para pejuang pendidikan. Pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah pasti menemui kegagalan, ketika paradigma akhlak kenabian tidak menjadi basis utama pendidikan karakter. Sebab, harus disadari akhlak Rosululloh adalah mozaik terindah bagi siapapun yang ingin menjadikan keteladanan sebagai cahaya, hidayah, rahmat, dan karunia terindah bagi lahirnya pemimpin yang menjamin keselamatan, kehormatan, kemuliaan dan kebahagiaan manusia.

Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pimred majalah LAZISMU Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA