PENGAJIAN PENCERAH

PENGAJIAN PENCERAH

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Jumat, 23 Januari 2015

AWAS KONSPIRASI JAHAT BARAT

Oleh Andi Hariyadi (Wakil Sekretaris PDM Surabaya)

Peradaban damai seringkali terkoyak oleh keangkuhan hingga memasuki wilayah yang sangat sensitif dalam aspek keagamaan. Nilai-nilai spiritual yang senantiasa dimuliakan dan dijunjung tinggi sekaligus diimplementasikan dalam aspek kehidupan sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap sang Kholiq dan Ra-sulNya telah dikoyak-koyak. Arogansi yang seharusnya redup sejalan dengan tinggi-nya kesadaran beragama, masih sering di-munculkan sehingga memicu ketegangan hingga konflik atas nama agama.

Kita senantiasa membangun keharmonisan hidup dan kerukunan peradaban, sehingga saling menghargai. Meski ada perbedaan keyakinan agama, tidak menghalangi untuk bisa hidup dengan penuh damai. Namun kita dikejutkan atas propaganda dan konspirasi jahat global yang melakukan penghinaan atas Nabi Muhammad SAW. Tragisnya, hal sangat sensitif seperti ini terus berulang.

Awalnya dipicu oleh majalah mingguan Charlie Hebdo, yang memuat cerita berseri berjudul “Hidup Muham-mad”. Cerita itu berbentuk kartun dengan gambar-gambar vulgar tanpa busana yang dikatakan sebagai Nabi Muhammad SAW. Lalu terjadilah penyerangan oleh beberapa orang bersenjata ke kantornya di Paris. Korban tewas pun berjatuhan akibat serangan itu, termasuk para kartunis dan pemimpin Redaksi Stephane Charbonnier Serta dua orang Polisi. Korban lainnya di antaranya adalah ekonom dan penulis Bernard Maris, yang merupakan tokoh senior bank sentral Perancis. Peristiwa ini dampak dari arogansi Barat.

Sudah menjadi budaya, dengan alasan kebebasan mereka bebas berbuat, berkarya dan bersuara, sehingga kebebas-an yang menjadi keyakinannya menyebab-kan mereka menjadi buta dan liar, serta menganggap selain komunitasnya adalah musuh yang membahayakan. Modernitas yang membawa mereka meraih kemak-muran ternyata berbuah keangkuhan. Menghina agama sudah dianggap biasa. Hal ini semakin menyadarkan kita, bahwa moral mereka telah berubah menjadi mo-dal, dimana orientasinya hanya untuk me-raih keuntungan materi sebesar-besarnya meski dengan cara yang menyakitkan, dan menghina nilai spiritual. Nilai-nilai kemanu-siaan mereka rusak parah karena terjajah oleh kecanggihan teknologi spektakuler.

Madzhab kebebasan Barat yang dibangun oleh kecurigaan dan permusuh-an khususnya terhadap Islam, semakin meyakinkan betapa rapuhnya landasan spiritual, sosial dan moral mereka. Mereka dilanda Islamofobia dan Islam dijadikan musuh bersama oleh para sekutu Barat, lebih-lebih maraknya aksi radikalisme da-lam Islam yang menjadi sorotan tajam. Pa-dahal radikalisme dunia Barat lebih tidak manusiawi dan jauh dari nilai kemanusia-an yang telah memporak-porandakan Iraq, Palestina, Afghanistan dan negeri lainnya. Terorisme, kolonialisme dan imperialisme sejatinya lahir dari rahim Barat yang men-jajah dan menindas serta menguras sum-ber daya negeri Muslim. Konspirasi jahat mereka melebihi aksi-aksi radikal yang se-ring muncul dalam berbagai media. Mere-ka sendiri melupakan kekejaman yang mereka lakukan dan justru menyebarkan fitnah bahwa Islam agama kekerasan.

Persinggungan antara Islam dan Barat, akhir-akhir ini membuat Barat keta-kutan terhadap Islam, sehingga mereka berupaya untuk memadamkan cahaya Islam dan terus melakukan pencitraan bu-ruk terhadap Islam. Meski dicitrakan nega-tif ternyata disisi lain sebagian masyarakat Barat mulai terbuka hati dan pikirannya terhadap Islam. Pertanyaan kritis seputar agama Islam, seperti apakah agama Islam itu identik dengan kekerasan, sehingga mereka yang kritis tersebut mulai mencari jawaban yang lebih rasional untuk meng-gali kebenaran, bukan kekaburan yang se-lama ini disebarkan. Dialog simpatik ini membuat mereka masuk Islam sebagai agama yang mencerahkan dengan penuh ketulusan. Lalu insan yang tercerahkan ini terus menyuarakan kebesaran agama Islam guna menangkal argumentasi dan propaganda negatif diberbagai media.

Pertumbuhan pemeluk agama Islam di Barat yang begitu besar, menjadi salah satu kegelisahan dan ketakutan mereka. Mereka khawatir kebebasan yang sudah mendarah daging akan lepas dari budaya mereka. Madzhab kebebasan Barat yang secara logika seharusnya bisa menerima kehadiran Islam baik di Eropa maupun di Amerika, ternyata berujung pada penghinaan dan penghujatan.

Minggu, 28 Desember 2014

MUHASABAH DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PUTAT JAYA SAWAHAN


Semangat memberi, membantu dan menyantuni kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim senantiasa menjadi tekad dan komitmen segenap Pimpinan Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya di Cabang Sawahan Surabaya.

Pada akhir bulan Desember 2014 lalu Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya mengadakan kegiatan Muhasabah dan Refleksi di Masjid Ukhuwah yang ter-letak satu komplek dengan Panti. Kegiatan itu diisi dengan Pengajian dan silaturrahmi. Selain dihadiri oleh PCM Sawahan, PRM Putat Jaya, janda/lansia warga sekitar dan anak asuh (Panti dan Non Panti), acara ini juga dihadiri oleh 20 orang Wanita Harapan eks lokalisasi Putat Jaya binaan Pokja P2 Muhammadiyah Surabaya.

Dalam muhasabah tersebut pen-ceramah mengajak hadirin untuk berin-trospeksi dan mengevaluasi diri apakah ke-hidupan yang dijalani selama ini sudah be-rada di jalur yang benar atau belum. Jika belum tentu masih ada kesempatan untuk berubah menuju hidup yang lebih baik dan berbenah diri menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT serta me-ninggalkan segala yang dilarangNya.

Di akhir acara dilakukan penye-rahan santunan kepada Wanita Harapan eks Lokalisasi, anak yatim dan janda/lansia yang merupakan sumbangan dari para donatur dan Lazismu Surabaya. (Adit-RED).

Minggu, 09 November 2014

SANG PAHLAWAN PEMBEBAS DAN PEMBERDAYA

Oleh : Abdul Hakim, M.Pd.I
Pahlawan adalah siapa pun mereka yang telah berjasa bagi individu, komunitas, institusi, bangsa, dan negara. Jika definisi sederhana ini kita gunakan untuk menyebut sosok pahlawan, tentu banyak orang yang dapat kita sebut pahlawan. Siapa pun kita tentu bisa memberikan kontribusi bagi nilai-nilai kemanusiaan.

Pertama, pahlawan adalah mereka yang telah berjuang dan berkorban jiwa dan raga tanpa pamrih demi membela dan membebaskan tanah air dari penjajah atau kolonialis. Di negeri ini, kita mengenal sosok pahlawan. Di ataranya, Diponegoro , Imam Bonjol, Cut Nya' Dien, Kartini, Hasanuddin, Pattimura, Sukarno-Hatta, dan Jendral Sudirman. Tentu, termasuk pahlawan adalah beratus, beribu, bahkan berjuta lainnya yang telah gugur di medan laga, berjuang demi meraih atau mempertahankan kemerdekaan yang tidak tercatat di lembar buku sejarah. Dalam perspektif ini, sejarah telah mencatat para pejuang yang telah berkorban demi tegaknya Islam. Maka, kita mengenal pahlawan Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khondak, Perang Salib, dan mujahid lainnya. Di era modern, kita juga mengenal para syahid yang gugur demi kemerdekaan dan kedaulatan negerinya di Palestina, Afganistan, Irak, Kashmir yang gugur akibat kekejaman Zionis Israrel atau Barat dan Sekutunya.

Kedua, pahlawan adalah mereka yang telah berjasa di medan dakwah dan pendidikan demi kebangkitan Islam atau demi izzul Islam wal muslimin. Djamaluddin Al-Afgani, Muhammad Abduh, Muhammad Rasyid Ridho, yang telah menginspirasi K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-dakwah amar makrruf dan nahi munkar. Para pimpinan Muhammadiyah dan mereka yang terus berkomitmen mengemban visi dan misi organisasi tajdid dan pemberdaya umat ini, tentu layak disebut pahlawan.

Jumat, 07 November 2014

PENGUATAN SEMANGAT GERAKAN AL-MAUN DI TENGAH MASYARAKAT

oleh : Andi Hariyadi

Berdirinya Muhammadiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912, di Yogyakarta yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan, merupakan tonggak sejarah bagi pencerahan dan pemberdayaan umat. Nah, Milad Muhammadiyah ke-105 pada tahun 1435 H atau ke 102 pada 2014 M, memiliki momentum yang sangat strategis, menjelang Muktamar Muhammadiyah di Makassar pada tanggal 3 - 7 Agustus 2016, serta merupakan even untuk penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara, setelah usainya pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden periode 2014 - 2019.

Peran Muhammadiyah dalam melakukan dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar benar-benar sangat diharapkan, lebih-lebih ketika memasuki tahun 2015 nanti akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menghadapi MEA apakah kita sudah siap menghadapi pasar bebas itu menjadi pemain-pemain yang unggul dalam persaingan itu, ataukah malah kita sebagai penonton saja, sehingga terus terlibas oleh berbagai kekuatan ekonomi di negara-negara Asean. Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean 2015 tersebut bisa menjadi tantangan, peluang dan ancaman, bergantung kesiapan seluruh stake holder suatu negara. Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum tersebut sebagai tantangan dan peluang dengan meningkatkan daya saing, dengan menjadi pemain bukan penonton.

Lebih dari seabad yang lalu, K.H. Ahmad Dahlan telah menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib rakyat dan bangsa yang sedang terjajah. Penderitaan, kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan serta paham keagamaan yang terjebak pada Tahayul Bid'ah dan Churofat (TBC) benar-benar menjadi problem utama. Keterpurukan, keterlantaran dan terus tertindas bahkan perpecahan merupakan kenyataan yang sangat memprihatinkan, yang harus diberikan solusi dengan perjuangan dan perubahan yang mendasar. Jika kedaulatan dan kesejahteraan ingin diwujudkan, maka diperlukan perjuangan pencerdasan dengan jalan penguatan di bidang pendidikan.

Minggu, 02 November 2014

MENGGAGAS SERTIFIKASI ALA MUHAMMADIYAH

oleh : Ir Sudarusman

Kebijakan pemerintah perihal sertifi-kasi guru sangat berpengaruh ter-hadap perkembangan sekolah swasta, salah satunya Muhammadiyah. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan Juni 2013. Pertemuan Kepala Sekolah dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang studi ISMUBA (al-Islam-KeMuhammadiyahan dan bahasa Arab), terdapat gagasan yang menarik tentang “Sertifikasi ala Muhammadiyah” (Sertifika-si Sosial Muhammadiyah). Gagasan itu pe-nulis munculkan sehubungan dengan ke-gelisahan guru bidang studi ISMUBA. Tidak sedikit keberadaannya tidak diakui, atau jam mengajarnya tidak diperhitungkan sebagai persyaratan yang tersertifikasi oleh Departemen Agama sebagai Guru Profesi.

Sertifikasi saat ini telah menjadi pembicaraan yang sangat hebat. Topik-to-pik yang berkembang di kalangan gurupun bertema sertifikasi. Apabila berbicara ser-tifikasi, maka semua menjadi terabaikan. Padahal sertifikasi adalah penunjang kuali-tas guru untuk mencerdaskan anak bang-sa. Tapi saat ini, sertifikasi mengalami de-gradasi tujuan, bukan sebagai penunjang kualitas, namun justru menjadi bumerang dalam tumbuh kembang sekolah.

Keberadaan sertifikasi di sekolah sangat tergantung dari berapa jumlah rombongan belajar yang terdapat di sebuah sekolah. Artinya jika sekolah tumbuh dan berkembang secara otomatis jumlah peserta didiknya akan turut berkembang dan hak guru mendapatkan sertifikasi di sekolah tersebut akan berkembang pula.

Kondisi itu dapat dilihat dari antusiasme guru saat mengurus persyaratan dan kelengkapan. Dimulai dengan adanya keberanian membuat data palsu, hingga meninggalkan tugas utamanya sebagai guru. Hampir setiap ada informasi perihal persyaratan sertifikasi, selalu timbul suasana sekolah yang kurang kondusif diantara guru, terutama dalam mensikapi persyaraatan yang diperlukan. Dimaklumkan karena yang dapat sertifikasi tidak semua guru, hanya yang pasti guru ISMUBA lebih kecil memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.

Rabu, 29 Oktober 2014

MENUMBUHKAN GENERASI CINTA QUR'AN


Lomba-lomba yang diselenggarakan guna memeriahkan kegiatan Milad ke-105 Muhammadiyah dan juga peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram 1436 H, bukan tanpa maksud dan tujuan. Dengan adanya lomba Qiro’ah, tahfidzul Qur’an, Da’i Cilik dan Sholat Jama’ah, me-nunjukkan bahwa insan pendidik Muham-madiyah di Surabaya serius dalam mem-persiapkan generasi mudanya untuk cinta terhadap al-Qur’an sebagai kitabullah dan pedoman hidupnya. Karena itu ajang unjuk prestasi ini merupakan momen yang tepat untuk lebih meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap al-Qur’an, yang tidak hanya dihapal dan dilantunkan, melainkan juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ustadz Ismail Abbas, selaku Juri Lomba Tahfidzul Qur’an, rata-rata hapalan al-Qur’an pada juz ke-30 para peserta dari TPQ dan Perguruan Muhammadiyah sangat baik dan lancar. Hanya saja menurut catatannya, ada 1-2 peserta yang agak gugup dan kurang konsentrasi ketika dilihat orang banyak.

Ustadz Munahar, sebagai salah satu Juri Lomba Qiro’ah menyatakan bahwa potensi dan kemampuan para qari’ muda kita tidak perlu diragukan, namun ketrampilan mereka perlu ditingkatkan lagi dan harus lebih sering diasah dalam berbagai kesempatan. Oleh karena itu perlu pembinaan tambahan bagi para Juara agar nanti mereka dapat berprestasi di even lomba di tingkat eksternal.

Dalam hal lomba sholat jama’ah, menurut Ust. Abdul Hakim, selaku salah satu Juri, semangat para peserta cukup besar, namun masih banyak bacaan do’a sholat yang tidak seragam. Ke depan, menurut Abdul Hakim, Majelis Tarjih, Tabligh dan Dikdasmen harus duduk satu meja untuk menyusun tuntunan standar praktis sholat bagi para santri TPQ dan siswa Perguruan Muhammadiyah (SD, SMP, SMA dan SMK). Frekuensi lomba-lomba seperti ini juga perlu ditambah sehingga akan memacu prestasi cemerlang dari TPQ dan Perguruan Muhammadiyah, tambah Abdul Hakim.

Selasa, 28 Oktober 2014

MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI

Kita tentu merasa bersyukur, bahagia, dan bangga ketika melihat anak-anak kita yang masih sangat muda belia hafal al-Qur’an, mampu melantunkannya secara merdu dan indah serta mensyiarkan isi yang terkandung di dalam al-Qur’an itu secara fasih, komunikatif, inspiratif dan mencerahkan. Kebanggaan dan kebahagiaan itu akan menjadi terasa sempurna manakala anak-anak kita itu mampu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Sehubungan dengan itu dalam rangka Milad ke-105 Muhammadiyah, Lazismu dan LSBO (Lembaga Seni Budaya & Olahraga) PDM Surabaya pada hari Sabtu tanggal 1 Muharram 1436 atau 25 Oktober 2014 menyelenggarakan kegiatan GETAR CITA TAJDID. Kegiatan tersebut berupa aneka Lomba seperti Qiro’ah (tingkat anak dan remaja), Tahfidzul Qur’an (tingkat anak dan remaja), Da’i Cilik dan Sholat Berjama’ah (tingkat anak) yang diikuti oleh utusan dari 15 Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Masjid / Musholla Muhammadiyah dan 33 Perguruan Muhammadiyah (17-SD, 10-SMP, 4-SMA dan 2-SMK) se-Kota Surabaya.

Menurut Yusuf, Koordinator Lomba, untuk Lomba Qiro’ah diikuti oleh 53 peserta, tahfidzul Qur’an 98 peserta, Da’i Cilik 28 peserta dan Sholat Jama’ah 27 kelompok dengan 1 kelompok beranggotakan 5 orang. Total peserta lomba sebanyak 314 orang. Tentunya ini merupakan peningkatan jika dibanding dengan kegiatan serupa yang dilaksanakan tahun lalu, apalagi waktu pendaftarannya hanya 1 minggu, jelas Yusuf.

Memang, antusias para pelajar dan santri TPQ Muhammadiyah untuk mengikuti lomba seperti cukup besar sehingga pada hari itu suasana di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya cukup ramai dan meriah, ditambah dengan kegiatan Bazaar UKM dan Wirausahamuda.

Dalam sambutannya Ust. Syamsun Aly, selaku Ketua Lazismu Surabaya mengaku cukup bangga dengan animo peserta lomba. Beliau cukup yakin Muhammadiyah tidak akan kekurangan kader-kader qori’, hafidz qur’an dan da’i serta muballigh handal, karena kelak jika telah dewasa nanti para tunas muda ini akan tampil berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

Minggu, 26 Oktober 2014

MENDAMBA GENERASI PENYEJUK HATI


Sabtu, 1 Muharrom 1436 H, bertepatan dengan tanggal 25 Oktober 2014 M diselenggarakan Seminar Parenting bertema “Membentuk Generasi Penyejuk Hati”. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Milad ke-105 Muhammadiyah ini diikuti oleh 115 peserta. Kebanyakan dari mereka adalah Kepala Sekolah dan Guru TK Aisyiyah se-Surabaya. Terhitung ada 80 peserta dari TK, 28 dari SD, SMP, dan umum, serta 7 dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Surabaya.
Forum Seminar Parenting ini diselenggarakan oleh Lazismu Kota Surabaya dengan Smart Character Indonesia (SCI) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana pendidikan karakter itu ditanamkan sejak dini. Ada tiga narasumber yang menjadi pembicara. Najib Sulhan, M.A. menyampaikan tentang pola pengasuhan menurut al-Qur'an dan al-Hadist. Drs. Achmad Sudja'i menyampaikan materi kunci sukses dalam membentuk karakter anak. Sedangkan Ir. Sudarusman, menyampaikan tanggung jawab sekolah dalam melihat potensi anak. Bertindak sebagai moderator adalah Aksar Wiyono.

Pelaksanaan Seminar Parenting berjalan lancar dan cukup ‘gayeng’. Acara diawali dengan sambutan oleh Musa Abdullah selaku Ketua Panitia Milad ke 105 Muhammadiyah PDM Surabaya. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Lazismu Surabaya, Syamsun Ali, M.A., diakhiri dengan sambutan dari Drs. Zayyin Chudlori, M.Ag selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya.

Ada empat model perilaku anak menurut pandangan al-Qur'an. Pertama, ada anak sebagai penyejuk hati bagi orang tua. Kedua, ada anak sebagai hiasan bagi orang tua. Ketiga, ada anak sebagai fitnah bagi orang tua. Keempat, anak sebagai, musuh bagi orang tua. Semua orang tua berharap anak yang menjadi penyejuk hati, namun faktanya perilaku anak-anak sekarang tidak sesuai dengan harapan. Berdasarkan berbagai penelitian, kasus narkoba, pornografi dan pornoaksi telah melanda anak dan remaja.

Kamis, 16 Oktober 2014

PARENTING SEMINAR FOR SMART PARENTS



Berbagai kasus kekerasan yang dialami oleh insan pendidik dan peserta didik atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia pendidikan memerlukan perhatian dan penanganan serius jika kita ingin membentuk generasi berkarakter unggul.. Penyelesaian sesaat bukanlah solusi, diperlukan langkah cerdas agar generasi kita tidak terjerembab dalam situasi sulit yang akan menjadi beban mereka dalam kehidupan di masa depan... Karena itu ikutilah... SEMINAR PARENTING.. Membentuk Generasi Penyejuk Hati, generasi yang mampu memberikan warna dan nuansa pencerahan untuk meraih cita-citanya.

Hadiri.. Seminar Parenting untuk Orang Tua Cerdas, Peduli dan Hebat! "Membentuk Generasi Penyejuk Hati".. Hari Sabtu 25 Oktober 2014 (Hari Libur; 1 Muharram 1436H), pk. 09.00WIB.. bersama Smart Character Indonesia.. di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya.. Pendaftaran di ruang Lazismu atau di Sekretariat PDM (Pak. Eko) 031-3824240 dan 031-81189500 atau email ke lazismusurabaya@yahoo.co.id.. Investasi Rp.100.000,- (Fasilitas: Snack, Sertifikat, Buku "Anakku Investasiku" dan alat tulis).. bisa ditransfer ke rekening Bank Syariah Mandiri 1850008495 atau CIMB Niaga Syariah 5250100187001 a/n LAZISMU / LAZIS Muhammadiyah Surabaya..

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA

LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya