GETAR CITA TAJDID

GETAR CITA TAJDID

PENGAJIAN PENCERAH

PENGAJIAN PENCERAH

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Selasa, 28 Oktober 2014

JUARA LOMBA GETAR CITA TAJDID

JUARA LOMBA ANTAR TPQ dan Perguruan Muhammadiyah se-Surabaya yang diselenggarakan oleh Lazismu dan LSBO dalam rangka Milad ke-105 Muhammadiyah PDM Kota Surabaya, tgl. 25 Oktober 2014 / 1 Muharram 1436 :
LOMBA DAI CILIK
Juara I TPQ Al-Fatah (No. 10),
Juara II TPQ Al-Fatah (No 7),
Juara III TPQ Umar Bin Khaththab (No. 8)
LOMBA SHOLAT JAMAAH
Juara I MI Muhammadiyah 5 (No.19)
Juara II SD Muhammadiyah 11 (No.32)
Juara III SD Muhammadiyah 12 (No.1)
LOMBA QIRO'AH ANAK-ANAK
Juara I MI Muhammadiyah 25 (No.20)
Juara II Balai Dakwah Muhammadiyah Kalibutuh (No. 22)
Juara III SD Muhammadiyah 26 (No.18)
LOMBA QIRO'AH REMAJA
Juara I SMP Muhammadiyah 2 (No.3)
Juara II SMA Muhammadiyah I (No.20)
Juara III SMA Muhammadiyah 3 (No.1)
LOMBA TAHFIDZUL QUR'AN ANAK-ANAK
Juara I SD Muhammadiyah 15 (No.52)
Juara II SD Muhammadiyah 12 (No.3)
Juara III SD Muhammadiyah 21 (No.9)
LOMBA TAHFIDZUL QUR'AN REMAJA
Juara I TPQ Al-Mabrur (No.43)
Juara II TPQ Al-Mabrur (No.42)
Juara III SMP Muhammadiyah 2 (No.30)
LOMBA STAND BAZAAR
Kategori Terbaik: SMA Muhammadiyah 9
Tertanda : Bpk. Yusuf (Koordinator Lomba / HP 085232961029)

Kamis, 16 Oktober 2014

PARENTING SEMINAR FOR SMART PARENTS



Berbagai kasus kekerasan yang dialami oleh insan pendidik dan peserta didik atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia pendidikan memerlukan perhatian dan penanganan serius jika kita ingin membentuk generasi berkarakter unggul.. Penyelesaian sesaat bukanlah solusi, diperlukan langkah cerdas agar generasi kita tidak terjerembab dalam situasi sulit yang akan menjadi beban mereka dalam kehidupan di masa depan... Karena itu ikutilah... SEMINAR PARENTING.. Membentuk Generasi Penyejuk Hati, generasi yang mampu memberikan warna dan nuansa pencerahan untuk meraih cita-citanya.

Hadiri.. Seminar Parenting untuk Orang Tua Cerdas, Peduli dan Hebat! "Membentuk Generasi Penyejuk Hati".. Hari Sabtu 25 Oktober 2014 (Hari Libur; 1 Muharram 1436H), pk. 09.00WIB.. bersama Smart Character Indonesia.. di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya.. Pendaftaran di ruang Lazismu atau di Sekretariat PDM (Pak. Eko) 031-3824240 dan 031-81189500 atau email ke lazismusurabaya@yahoo.co.id.. Investasi Rp.100.000,- (Fasilitas: Snack, Sertifikat, Buku "Anakku Investasiku" dan alat tulis).. bisa ditransfer ke rekening Bank Syariah Mandiri 1850008495 atau CIMB Niaga Syariah 5250100187001 a/n LAZISMU / LAZIS Muhammadiyah Surabaya..

Rabu, 15 Oktober 2014

HIJRAH SEBENAR-BENARNYA

oleh : Abdul Hakim, M.Pd.I

Selain makhluk aqliyah (berakal), manusia adalah makhluk nafsiyah (bernafsu). Dengan akal sehatnya, manusia bisa mengidentifikasi nilai baik-buruk, halal-haram, benar-salah, perintah-larangan, atau pahala-dosa. Ketika Alquran menyatakan Islam adalah agama wahyu yang benar, sempurna, dan universal maka akal sehat membenarkannya. Ketika Al-Qur’an menyatakan berzina, korupsi, berjudi, atau daging babi itu haram, maka akal sehat menyambutnya dengan kalimat shodaqolloh dan sami’na wa atho’na. Jika pilihan akal ini diwujudkan dalam bentuk perilaku yang dilandasi iman, maka jadilah amal salih yang mendatangkan pahala. Berkat akal sehat yang dilandasi iman, manusia jadi jujur, tulus, cerdas, kreatif, konstruktif, dan inovatif. Akhlak manusia jadi terpuji dan mulia.

Tetapi dengan nafsu, manusia tidak mampu menentukan baik-buruk, salah-benar, halal-haram, suci atau najis, perintah atau larangan. Nafsu bukan hanya gelap dan buta, bahkan cenderung keji dan merusak. Tentu, itu nafsu yang tidak mendapat rahmat dan hidayat-Nya. Jika nafsu dominan, manusia bisa jadi liar, bahkan buas dan beringas.

Akibat nafsu, manusia mudah mengidap psikopat atau penyakit jiwa : sombong, riya, dengki, rakus, bakhil, jahil dan dusta. Al-Qur’an menyebut, manusia bisa lebih jelek dari binatang anjing, babi, kera, atau keledai. Manusia bahkan bisa menjadikan nafsu sebagai tuhan. “Terangkanlah kepada-Ku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan. Maka, apakah kamu dapat menjadi pelindung mereka? Atau, apakah kamu mengira kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya.” (Al-Qur’an Surat Al-Furqon ayat 43-44).

MAKMUM MASBUQ


Tanya Jawab Agama oleh Ust. Imanan

Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarakatuh. Pak Ustadz, saya mau bertanya tentang makmum masbuq; Kapan Seorang Makmum itu disebut Masbuq ? Mohon penejelasannya Pak Ustadz. (Dari Abdul Karim pembaca Lazismu di Sidoarjo)

Wa'alaikumussalam warahmatullohi wabarakatuh. Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara ajukan kepada kami. Terlebih dahulu kami jelaskan tentang pengertian Makmum Masbuq.

Pengertian Makmum Masbuq.
Secara etimologi (bahasa) Masbuq adalah isim maf'ul dari kata “سبق”  yang bermakna “terdahului / tertinggal”. Adapun secara terminology (istilah) Masbuq adalah Orang yang tertinggal sebagian raka'at atau semuanya dari imam dalam sholat berjama'ah. Atau orang yang mendapati imam setelah raka'at pertama atau lebih dalam sholat berjama'ah. (Kamus al-Muhith, Qawaid al-Fiqh dan Hasyiyah Ibnu 'Abidin, 1/400).

Dalam hal Makmum Masbuq ini, terdapat perbedaan pendapat. Dimana ada dua pendapat mengenai kapan seorang makmum itu disebut masbuq.

Senin, 13 Oktober 2014

HIJRAH & PERUBAHAN POLA PIKIR

oleh ; SUYADI, S.Pd

Hijrah merupakan momentum dan tonggak kebangkitan umat Islam, sekaligus cikal bakal penyebaran ajaran Islam hingga ke berbagai belahan dunia. Inilah salah satu metode yang dilakukan Rasulullah untuk keluar dari berbagai macam tekanan baik secara lahir maupun batin, walaupun untuk menggapainya diperlukan pengorbanan yang tidak sedikit, bukan hanya harta tetapi nyawapun menjadi jaminannya. Namun demikian, hingga saat ini masih banyak tudingan minor yang dialamatkan kepada Rasulullah dan umat Islam saat itu, terutama orang-orang yang tidak suka kepada Islam, diantaranya Umat Islam dianggap pengecut karena lari dari kenyataan, padahal hijrah merupakan bagian dari strategi perjuangan umat Islam, dan faktanya Islam berkembang begitu pesat setelah “keluar” dari Mekkah.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah umat Islam masih mengingat pesan-pesan mulia dari peristiwa tersebut ataukah telah melupakannya? Apakah umat islam masih memahami nilai-nilai history hijrah dan menjadikannya bagian dalam kehidupannya ataukah sudah menguburnya ? Apakah konteks hijrah saat itu dijadikan sebagai titik balik dalam perjuangan kehidupannya ataukah sudah hilang tanpa bekas ? Inilah beberapa kekhawatiran yang berkecamuk dalam fikiran kita tatkala hijrah hanya dimaknai sebatas peringatan seremonial yang jauh dari nilai dan makna perjuangan.

MEMBACA MENSTIMULASI OTAK


Oleh : Najib Sulhan, MA

Otak tidaklah stagnan, tetapi masih terus dapat berkebang. Namun sayang, hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan, mengapa? Ternyata kita masih sering mengabaikan stimulus. Terutama bagi anak-anak kita yang masih di usia dini. Padahal perkembangan sel otak pada usia dini sangat pesat. Salah satu stimulus untuk perkembangan otak adalah membaca.

Jika otak tidak diberi rangsangan atau stimulasi, maka sel otak tidak bisa berkembang dengan baik. Berbeda jika sel otak diberi rangsangan atau stimulasi, maka akan berkembang dengan pesat. Hubungan antar sel-sel otak tersebut akan terbentuk dari banyaknya stimulasi yang diberikan pada masa usia dini. Inilah yang dapat menentukan tingkat kecerdasan seseorang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia balita menentukan perkembangan fisik otak anak. Pada usia empat tahun perkembangan mencapai 80%. Pada usia 6 tahun mencapai 90%. Pada masa ini sudah hampir mencapai 100% perkembangan fisik otak.

Untuk perkembangan potensi kecerdasan atau intelektual anak mencapai 50% pada usia empat tahun. Lalu di usia 8 tahun mencapai 80%. Sisanya 20% akan terbentuk pada rentang usia 8 sampai 18 tahun. Ini menunjukkan bahwa stimulasi untuk membentuk jaringan sel-sel otak tumbuh di usia 0 sampai sekitar 8 tahun. Usia-usia ini sangat rawan dalam perkembangan otak anak kita, baik menyangkut perkembangan fisik otak maupun perkembangan potensi kecerdasan. Untuk itulah usia 0 hingga 7 tahun mendapatkan sebutan golden age (usia keemasan).

SEMBELIT

KONSULTASI KESEHATAN bersama dr. Patrita Ardhanariswari (Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya)

Assalamualaikum, Bu Dokter saya mau bertanya. Akhir-akhir ini saya tidak bisa buang air besar, kadang-kadang sampai 4 hari. Itupun bisa buang sedikit, padahal saya ada rasa ingin buang air besar, tapi ketika di WC saya hanya mengeluarkan angin tapi tetap tidak dapat buang air besar. Sebenarnya saya ini sakit apa, Dok? Apa usus buntu ataukah yang lain? Terima kasih atas jawabannya.

Sulit buang air besar (sembelit) seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Secara umum penyebab sembelit adalah kurangnya konsumsi cairan dan serat. Pada kondisi sembelit sering kali penderita merasakan keinginan buang air besar tapi tidak dapat mengeluarkan dengan tuntas dan malah mengeluarkan angin. Itu dikarenakan pada proses ini, feces(kotoran) yang sudah lama berada di rectum menjadi padat dan cairannya terserap kembali, sehingga volumenya tidak mencukupi untuk memberi respon pengeluaran feses. Penumpukan feces ini menyebabkan pengeluaran gas, yang menjadi buang angin.

Minggu, 07 September 2014

MARI BERKURBAN BERSAMA LAZISMU


Program nasional Lazismu yaitu KURBAN PAK KUMIS (Kurban untuk Kawasan Pelosok, Perkampungan Kumuh, Padat Penduduk dan Kantong Kemiskinan) pada tahun 1435 Hijriyah ini kembali hadir guna mengedukasi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban kurban, menebar manfaat dan menjalin tali silaturrahim dengan sesama.

Seperti pada tahun lalu PAK KUMIS Lazismu akan melakukan adventure ke berbagai kawasan pelosok dan pinggiran yang sulit terjangkau, blusukan ke perkampungan kumuh padat penduduk serta kantong-kantong kemiskinan guna berbagi kebahagiaan bersama masyarakat dan menunaikan amanah kurban dari para pekurban dan donatur untuk sesama.

KURBAN PAK KUMIS didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dhuafa yang berada di pedesaan dan perkotaan, kawasan padat penduduk, kantong-kantong kemiskinan, serta daerah yang terlanda bencana alam dan bencana kemanusiaan dengan berpijak pada prinsip merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas.

KURBAN PAK KUMIS memang didedikasikan untuk menjawab problem keterbatasan hewan kurban dan berbagai kelemahan distribusi yang selama ini terjadi. Pertama, jumlah hewan kurban yang tertunaikan belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat, artinya hewan kurban yang terhimpun selama ini belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat, khususnya yang membutuhkan. Kedua, distribusi kurban yang ada cenderung tidak merata, distribusi hewan kurban kebanyakan masih terkosentrasi di kota-kota besar atau wilayah tertentu.

KURBAN PAK KUMIS, dengan 100 pusat distribusi yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dan didukung oleh jaringan organisasi Muhammadiyah yang telah mengakar kuat hingga pedesaan, dipastikan dengan cepat daging segar akan tersalurkan kepada masyarakat secara adil dan merata dimanapun berada.

KURBAN PAK KUMIS adalah KURBAN PLUS, selain mendistribusikan hewan kurban, dalam program ini juga akan dilaksanakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, penyerahan paket bantuan sembako, bantuan Al-Qur’an dan paket bantuan School Kit bagi masyarakat dan pelajar di kawasan pelosok dan daerah yang terlanda bencana alam.
Maka dengan mengucap Bismillah tanpa ragu-ragu dan tanpa menunda-nunda, KURBAN PAK KUMIS, bertekad memberi kebahagian tepat di hari bahagia ‘Idul Adha.

BERKURBAN BERSAMA LAZISMU
Oleh karena itu Lazismu mengajak umat Islam untuk bergabung dan berkurban bersama Lazismu dengan mengamanahkan hewan kurban guna didistribusikan ke kawasan pemukiman dan perkampungan yang terletak pelosok terpencil, baik di pedesaan maupun perkotaan. Insya Allah dengan niat demi pemerataan distribusi dan memupuk semangat kebersamaan serta tali silaturrahim, kurban dari umat Islam akan lebih bermanfaat dan berdayaguna bagi mereka yang membutuhkan yang selama ini kurang tersentuh oleh perhatian kita. Mari berbagi kebahagiaan tepat di hari bahagia, Idul Adha 1435 Hijriyah. (Red).


Sabtu, 16 Agustus 2014

GEMAR BERBAGI SELAGI MUDA

Oleh Abdul Hakim (Wakil Ketua LAZISMU Surabaya)

Ada visi dan misi utama yang ditetapkan Alloh SwT bagi manusia dalam Al-Qur’an untuk menegaskan tugas dan perannya dalam kehidupan di dunia. Pertama, manusia adalah abdulloh atau abdi Alloh. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka mengabdi kepada –Ku” QS Adz-Dzariyat 56.

Mengabdi atau menghamba dengan sepenuh ketaatan adalah tugas penciptaan. Al-Qur’an Surat Al-Baqoroh ayat 21 menegaskan tujuan itu dalam bentuk perintah, khususnya kepada manusia,”Wahai manusia , mengabdilah kepada Robb-Mu, yang telah menciptakanmu dan menciptakan manusia sebelummu, agar kamu bertakwa.” Tugas mengabdi atau menghamba adalah tugas mutlak. Manusia hanya boleh dan harus mengabdi kepada Alloh, tidak kepada makhluk-Nya. Orang beriman yang menyadari perintah atau tugas Ilahiyah ini, menyambutnya dengan ikrar, “Hanya kepada-Mu kami mengabdi, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan,” (Q.S. Al-Fatihah 5).

Ikrar ini wajib dinyatakan minimal tujuh belas kali dalam lima kali sholat fardlu sehari-semalam. Seorang muslim bahkan menegaskan ketaatan itu dalam bentuk penyerahan diri total, sebagaimana dinyatakannya dalam QS Al-An”am 162, “Sungguh sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Alloh, robbul 'alamin.” Bagi seorang muslim, hidup adalah ladang ibadah. Orang mukmin akan menjadikan seluruh nikmat yang dianugerahkan kepadanya dengan penuh syukur sebagai sarana atau wasilah ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh. Orang beriman faham, yakin, dan menyadari ibadah adalah jalan, pintu, dan tangga utama demi meraih kemuliaan hidup, yakni menjadi orang yang bertakwa. “Sungguh yang paling mulia di antaramu adalah yang paling bertakwa.” (Q.S. Al-Hujurot 13). Aktivitas apapun seorang mukmin adalah demi mengabdi atau menghamba kepada-Nya.

LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya