Ikutilah... ! Pengajian Pencerah, ahad 28-2-16, pk. 7 pagi di GDM, Jl. Sutorejo 73 Sby

Ikutilah... ! Pengajian Pencerah, ahad 28-2-16, pk. 7 pagi di GDM, Jl. Sutorejo 73 Sby

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Sabtu, 26 Maret 2016

RAPAT KOORDINASI NASIONAL (RAKORNAS) LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ & SHODAQOH MUHAMMADIYAH (LAZISMU) SE-INDONESIA.


InsyaAllah. LAZISMU akan menyelenggarakan RAKORNAS se-Indonesia di kota Sidoarjo Jatim, pada tanggal 7-9 April 2016 di The Sun Hotel dan Gedung Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tema RAKORNAS adalah Terciptanya konsolidasi yang kuat, legal dan profesional. Akan hadir pada acara tersebut Ketua Umum PP. Muhammadiyah DR. Haedar Nashir, Gubernur Jatim Pakde Karwo dan Ketua BAZNAS Pusat, Bambang Sudibyo.
LAZISMU, adalah Lembaga Zakat Nasional Muhammadiyah yang berdiri pada tanggal 14 Juli 2002, dan dikukuhkan melalui SK Kementerian Agama Republik Indonesia nomor 457 tanggal 21 November 2002.
Persyarikatan Muhammadiyah, sebagai sebuah organisasi memiliki struktur mulai dari tingkat pusat (nasional), wilayah (provinsi), daerah (kabupaten/kota), cabang (kecamatan) sampai dengan ranting (kelurahan/desa). Pada setiap level organisasi Muhammadiyah itu, terdapat lembaga atau majelis yang secara hirarki masing masing lembaga dan majelis tersebut memiliki hubungan structural dengan lembaga atau majelis pada masing-masing levelnya. Sementara LAZIS Muhammadiyah (LAZISMU) sebagai sebuah lembaga telah diputuskan atau ditetapkan tidak memiliki hubungan structural secara hirarki antara LAZISMU yang ada di level Nasional dengan LAZISMU yang ada di Provinsi, Kabupaten/Kota dan/atau Kecamatan. Hubungan yang ada hanyalah hubungan koordinatif dan sinergi sebagai sebuah jejaring, karena masing-masing dibawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Minggu, 28 Februari 2016

KEUTAMAAN BEKERJA

oleh : Drs. Abdul Hakim, M.Pd.I.

“Dan, katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS AtTaubah 10.

Inilah salah satu ayat Alquran yang memerintahkan manusia, terlebih umat Islam, untuk bekerja. Bekerja dalam pandangan Islam adalah kenisscayaan. Sebab, hanya manusia yang bisa dan harus bekerja. Beragam keutamaan tentu akan didapat oleh siapa pun yang menjadikan bekerja sebagai brand kehidupan, terlebih sebagai seorang muslim.

Pertama, mengaktualisasikan potensi. Bekerja itu bukti kesadaran diri bahwa Alloh telah menganugerahkan potensi jasmani-ruhani kepada setiap manusia. Manusia bisa eksis dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan agama berkat budaya kerja. Bekerja adalah pintu utama mewujudkan harapan dan impian tak terukur setiap manusia. Bekerja bahkan termasuk budaya tertua dalam peradaban manusia.

Jumat, 26 Februari 2016

MEMBANGUN MASA DEPAN

Oleh : Muchammad Alfian Hidayatullah, Kader Da'i Muda Muhammadiyah Surabaya/KABID Kajian Dakwah Islam PD IPM Sby

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran. (QS. Al-'Ashr: 1-3).

Kita sepakat bahwa orang yang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi ia hamburkan modal itu sia-sia. Modal kita dalam hidup adalah waktu.

Sering kita tidak menyadari betapa berharganya jatah waktu yang kita miliki. Kita sering menghabiskan waktu produktif hanya untuk mencari pensil. Kita sering menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengumbar ketidaksukaan kita, untuk memendam kedengkian atau kemarahan kita. Padahal, waktu berlanjut terus dan kita tidak tahu kapan hidup ini berakhir.

Oleh karena itu, Mahasuci Allah yang Mengungkapkan dalam QS. Al-'Ashr bahwa kerugian manusia itu dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia sudah berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang sudah menyia-nyiakan kehidupannya.

Senin, 22 Februari 2016

BERCIUMAN SESAMA JENIS

Tanya Jawab Agama Islam bersama ustadz IMANAN (Dewan Syariah LAZISMU Surabaya)

Tanya : Assalamu'alaikum wr.wb. Maaf mau bertanya, sekarang ini makin semarak ya saat bertemu berjabat dan berciuman meski sejenis, yang saya tanyakan: apa ada riwayat nabi melakukan seperti itu, kalau gak ada, apa hal itu tidak termasuk LGBT ?, trima kasih atas segala perhatiannya.Wass. (Akhwan Hamid, Surabaya).

Jawab : Terkait dengan hukum berjabat tangan,  salam berpelukan dan salam menempel pipi (sesama jenis), ada beberapa hadits yang berkaitan dengan hal tersebut antara lain:

Dari Bara’ ra berkata bahwa Rasululloh saw bersabda, “Apabila ada dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, maka kedua mendapat ampunan (dari Alloh) sebelum mereka berpisah” (HR: Abu Daud).

Dari Anas ra berkata ada orang bertanya, “Ya Rasululloh, apabila seorang di antar,a kami bertemu saudara atau temannya, apakah ia menundukkan (inhina) badannya? “ Beliau  menjawab, “Tidak”. Ia bertanya lagi, “Apakah ia memeluk dan menciumnya?” Beliau menjawab, “Tidak.” Ia bertanya lagi, “Apakah ia memegang tangan saudaranya dan menjabatnya?” Beliau menjawab, “Ya” (HR: Tirmidzi dan berkata : hadits hasan).

Dari Asiyah ra berkata, “Zaid bin Haritsah datang ke Madinah dan saat itu Rasululloh saw berada di rumahku. Lalu ia mengetuk pintu. Kemudian Rasululloh saw menarik bajunya dan memeluk serta mencium (pipi) Zaid” (HR: Tirmidzi dan berkata: hadits hasan)

Dari hadits-hadits tersebut di atas, dapat disimpulkan beberapa hal:

Minggu, 20 Desember 2015

LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA