PEDULI SESAMA

PEDULI SESAMA

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Kamis, 03 April 2014

PERUBAHAN PERILAKU CALON WALI MURID DALAM MENENTUKAN PILIHAN SEKOLAH

Menanamkan persepsi positif sebuah sekolah pada maasyarakat bukanlah pekerjaan mudah. Butuh waktu panjang untuk mengenalkannya. Salah satunya, memberikan pemahaman terhadap sekolah yang kita kelolah, sehingga mampu merubah pola pikir seseorang agar memiliki komitmen yang kuat terhadap sekolah. Melalui komitmen kuat terhadap sekolah dari perseorangan akan melahirkan persepsi positif suatu keluarga, kelompok dan persepsi masyarakat yang sering kita sebut customer sekolah.

Customer merupakan salah satu stakeholder paling penting dalam membesarkan sebuah sekolah. Tiap sekolah menginginkan lembaga yang dikelolanya tetap eksis, mendapakan posisi tepat dengan keunggulan-keunggulan berbeda. Pada persaingan antar sekolah yang semakin terbuka ini, perubahan terjadi pada competitor sekolah. Artinya, calon wali murid saat ini sudah mulai cerdas dan paham perihal kriteria memilih sebuah sekolah yang tepat untuk anaknya, tidak selalu memilih sekolah yang sama, yang saudara atau keluarganya pernah bersekolah. 

Perubahan cara berperilaku calon wali murid tidak terlepas dari percepatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah ditemukannya teknologi internet, perkembangan teknologi informasi mengalami loncatan yang luarbiasa. Jauh dari pemikiran semua orang masa lalu, semua informasi dari seluruh penjuru dunia dapat dibaca seketika itu juga oleh semua orang. Dampak yang terjadi amat besar dalam seluruh aspek kehidupan.
Begitu pula dengan calon wali murid sebagai individu dan manusia yang selalu ingin berkembang bersama dengan dinamika masyarakatnya agar tidak tertinggal. Sehingga calon wali murid saat ini hidup dalam media sosial yang semakin lama semakin masif. Segala macam interaksi sosial termasuk layanan dengan cepat dan sistemik dapat berlangsung tanpa siapapun yang mampu mengendalikan. Percepatan ini menjadikan calon wali murid bebas untuk berpendapat sekaligus memilih sekolah tanpa memperdulikan ketentuan-ketentuan yang mengikat.

Rabu, 02 April 2014

PEMBUKA PINTU ILMU

Ketika manusia terlahir ke dunia sangat lemah dan tak berdaya. Namun demikian, Allah memberikan modalitas belajar sebagai pintu pembuka ilmu. Semua informasi masuk melalui pintu ini, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati. Baik informasi positif maupun yang negatif. Semakin banyak informasi positif diterima anak, maka menjadi modal yang cukup berharga. Sebaliknya, ketika informasi negatif yang banyak mewarnai anak, maka benih kerusakan telah tertanam sejak awal.

Modalitas pertama masuknya pintu ilmu pada kehidupan anak adalah pendengaran. Sebelum anak bisa melihat, informasi awal diperoleh adalah mendengar. Perhatikan bayi yang baru lahir dan belum bisa melihat, terlebih dahulu merespon suara. Si bayi tersenyum saat mendengar suara yang menyenangkan dan menangis saat mendengar suar-suara yang mengusik ketenangan. Dengan kondisi seperti ini, maka sangatlah wajar jika anak selalu diperdengarkan informasi positif. Misalnya saja alunan suara Al-Qur'an, ucapan yang lembut, lagu-lagu religi maupun motivasi, dan lain-lain.

Modalitas kedua yang menjadi pintu masuknya ilmu adalah penglihatan. Bagi anak yang sudah bisa melihat, maka warna kehidupan direkam melalui apa yang dilihatnya. Ketika contoh-contoh yang dilihat itu contoh yang baik, maka ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi anak. Jika apa yang dilihat itu perilaku buruk, maka sesungguhnya menjadi pelajaran yang sangat berbahaya bagi anak. Anak banyak belajar dari apa yang didengar dan dilihat. Terutama bagi anak yang masih berusia di bawah delapan tahun. Pada usia di bawah delapan tahun merupakan masa tanam. Apapun yang dicontohkan, baik dalam perilaku maupun ucapan merupakan bentuk yang ditanamkan dan kelak akan berbuah di masa-masaselanjutnya. Di usia ini anak dengan mudah meniru apa yang dicontohkan orang-orang dewasa tanpa bertanya benar atau salah.

Jika melihat fenomena yang ada, sangat tidak menguntungkan bagi generasi yang lahir saat ini. Ketika mereka dilahirkan, apa yang didengar bukan alunan ayat al-Quran, tetapi gegap gempitanya goyang oplosan serta maraknya hiburan dan hura-hura. Begitu juga yang dilihat bukan contoh-contoh positif dari orang dewasa, perilaku yang negatif tak terhindarkan lagi. Baik yang didengar dan dilihat dari televisi maupun yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sesungguhnya kita perlu prihatin dan kasihan terhadap generasi saat ini.

Selasa, 01 April 2014

SANG PEMIMPIN UTAMA

Bila seorang muslim mengagumi pribadi Rosululloh Muhammad SAW itu memang seharusnya. Tentu kekaguman itu atas dasar kebenaran informasi dari Alquran, wahyu yang pasti benar, serta bukti-bukti sejarah yang tak terbantahkan. Kekaguman itu bahkan harus bermuara pada ketaatan kepada-Nya setelah ketaatan absolut kepada Alloh Robbul 'alamin. Ketaatan itu harus diekspresikan dalam bentuk ikrar menjadikan manusia pilihan-Nya itu sebagai teladan utama dalam semua dimensi kehidupan. Ketaatan itu harus disadari sebagai konsekuensi iman dan cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya.

“Katakanlah (Muhammad),'Jika kamu benar-benar mencintai Alloh, ikutlah aku, niscaya Alloh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosa-Mu. Alloh Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang'. Katakanlah (Muhammad), Taatlah kepada Alloh dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Alloh tidak menyukai orang-orang kafir.” Demikian Alloh menegaskan konsekuensi iman dalam Surat Ali Imron 31-32.

Keteladanan Rosululloh sesungguhnya tidak hanya untuk kebajikan umat Islam atau orang beriman semata. Sebab, Alloh mengutus Rosululloh SAW untuk kemaslahatan semesta alam. “Dan tidaklah Aku mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” demikian ditegaskan dalam Alquran Surat Al-Anbiya 107.

Maka bagi seorang mukmin yang mengharap kebajikan dunia-akhirat, meneladani Rosululloh SAW adalah keniscayaan, atau wajib alias fardu 'ain. “Sungguh nyata bagimu pada diri Rosululloh itu teladan utama , yakni bagi mereka yang mengharap rahmat Alloh dan mengharap kenikmatan akhirat, serta mengingat Alloh sebanyak-banyaknya,” Alquran Surat Al-Ahzab 21.

Kamis, 20 Maret 2014

Workhsop Implementasi Kurikulum 2013


 
Dalam rangka peningkatan kualitas Guru SD Muhammadiyah Se-Kota Surabaya, Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya mengadakan Workhsop Implementasi Kurikulum 2013. Acara dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 21 Maret 2014 mulai pagi hingga sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya. Peserta adalah para Kepala Sekolah SD Muhammadiyah dan seluruh Guru Kelas I dan kelas IV, dengan narasumber dari Dinas Pendidikan Pemkot dan Muhammad Naim Ketua Majelis Dikdasmen Surabaya.

Minggu, 16 Maret 2014

WORKSHOP ADMINISTRASI DAN KEUANGAN PDM SURABAYA



 



 

WORKSHOP ADMINISTRASI DAN KEUANGAN PDM SURABAYA diselenggarakan pada hari ahad, 16 Maret 2014, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, diikuti oleh PCM dan AUM se-Surabaya, dalam rangka tertib beradministrasi dan keuangan PCM dan AUM se-Surabaya. Keuangan Muhammadiyah se-Surabaya akan dikonsolidasi dengan menggunakan software akuntansi dari PP Muhammadiyah (SIAPMU- Sistem Informasi Akuntansi Persyarikatan Muhammadiyah)

Sabtu, 15 Maret 2014

PILIH-PILIH PEMIMPIN

Bulan April 2014 bangsa Indonesia akan melaksanakan hajatan akbar, yaitu Pemilihan Umum (PEMILU) 2014. Sebagai warga negara kita mempunyai tanggung jawab moral dan politik untuk mensukseskan pesta demokrasi itu. Nah, sudahkah kita mempersiapkannya? Siapkah kita turut serta dalam ajang demokrasi ? Lalu siapakah yang akan kita pilih pada Pemilu nanti ? dan apakah yang kita pilih nanti benar-benar amanah untuk dapat membawa aspirasi kita?

Sebagaimana harapan kebanyakan rakyat Indonesia, bahwa ajang pilihan raya yang menelan dana triliunan rupiah ini diharapkan mampu menjadi jembatan emas dalam proses kehidupan demokrasi yang lebih matang. 260 juta rakyat Indonesia menginginkan agar Pemilu menjadi proses politik yang sangat bermakna, strategis, serta menentukan eksistensi, arah perjalanan dan masa depan bangsa dan negara. Oleh karena itu ajang ini diharapkan bukan sekedar ritual politik dan suksesi kepemimpinan belaka, tetapi momentum perubahan politik dan sarana membangun demokrasi yang lebih bermakna. Pemilu diharapkan dapat mengakhiri peralihan dan segala bentuk eksperimen politik yang selama ini ditengarai semakin menjauhkan kehidupan kebangsaan dari misi mulia Reformasi dan cita-cita nasional.

Sebagaimana kita saksikan bersama bahwa demokrasi yang serba bebas tanpa disertai dengan tanggungjawab moral yang tinggi ternyata hanya akan menghasilkan kehidupan politik yang penuh intrik, skandal, sarat transaksional, korupsi-kolusi, mengguritanya politik dinasti dan gaya hidup elit yang jauh dari standar moralitas agama dan budaya luhur bangsa Indonesia. Para wakil rakyat dan pemimpin terpilih yang seharusnya melindungi, mengayomi, memakmurkan dan menjunjung harkat dan martabat rakyat, justru menodai amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Mereka dengan seenaknya telah mengeruk uang negara yang notabene milik rakyat guna dihambur-hamburkan, dimubazirkan dan dibuat pesta pora sesuai dengan keinginan, selera dan ambisi kerakusan mereka.

Pemilu mendatang, yang akan memilih para wakil rakyat dan wakil daerah (senat), hanya akan menjadi ajang pertaruhan elit politik dan pertarungan pemilik modal (kapitalis) belaka manakala tidak disertai dengan komitmen yang kuat dan sungguh-sungguh dari seluruh elemen bangsa untuk membangun kesadaran berkehidupan politik yang bersih dan bermoral serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Minggu, 16 Februari 2014

KOMITMEN MEMBERDAYAKAN UMAT

Oleh : Abdul Hakim, M.Pd.I (Wakil Ketua LAZISMU Surabaya)

Islam adalah agama yang memerintah-kan umatnya untuk melaksanakan kewajiban hablun minalloh dan hablun minannas. Firman Alloh dalam Surat Ali Imron ayat 112 bahkan menegaskan dua kewajiban tersebut menentukan kemulia-an atau kehinaan manusia. Alloh akan mendatangkan keberkahan hidup atau bahkan mendatangkan azab dan sengsara. “Mereka diliputi kehinaan di mana pun berada, kecuali mereka berpegang pada kewajiban hablun minalloh dan hablun minannas. Mereka mendapat murka Alloh, dan hidup sengsara.”

Dalam Surat Al-A'rof 96, Alloh SwT mengingatkan,”Dan jika penduduk satu negeri beriman dan bertaqwa, maka Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustai, maka Kami siksa mereka sesuai apa yang mereka kerjakan.”

Salah satu komitmen Islam adalah kepedulian untuk memecahkan beragam problem kemanusiaan dalam berbagai bidang. Komitmen itu berupa amal shalih, menjaga hubungan silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah, amar-makruf dan nahi munkar, saling menyayangi, tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa, toleran terhadap keragaman dan perbedaan positif, adil, mengembangkan ilmu dan teknologi, menjaga lingkungan dan kebersihan, taat pada pemimpin yang amanat, menyantuni fakir-miskin dan peduli anak yatim.

Komitmen kemanusiaan itu juga berupa tidak berlaku aniaya, memfitnah, menipu, memecah belah, menggunjing, makan riba, merusak lingkungan, mendekati zina, minum minuman keras, mencuri, korupsi, menyuap, merampas HAM, membunuh dan lainnya.

Minggu, 02 Februari 2014

KETIKA BENCANA DATANG MENYAPA


Indonesia negeri bencana. Beragam musibah besar melanda negeri kita dalam satu dasawarsa terakhir ini. Tahun 2004 gempa dan gelombang Tsunami meluluhlantakkan Aceh dengan korban meninggal lebih dari 200 ribu jiwa serta kerugian tak ternilai akibat rusaknya beragam infrastruktur. Ratusan ribu rumah, gedung, jembatan, tempat ibadah hancur, rata dengan tanah. Tahun 2006 negeri ini kembali diguncang musibah besar. Yogyakarta dan sekitarnya diguncang gempa bumi, menelan korban lebih dari 6000 jiwa meninggal dan dengan kerusakan pemukiman, sawah-ladang, tempat-tempat ibadah, jaringan telepon, air, serta berbagai fasilitas umum lainnya.

Di tahun yang sama, kita juga dikejutkan bencana semburan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo yang menenggelamkan puluhan ribu rumah, 70 tempat ibadah, sejumlah sekolah, pusat-pusat industri, bahkan jalan tol Surabaya-Gempol ikut terimbas dengan kerugian yang tak terhitung jumlahnya. Sampai sekarang ribuan korban Lapindo belum mendapatkan ganti rugi sepenuhnya.



Pada bulan Nopember 2009 Sumatera Barat diguncang gempa tektonik menelan korban 6500 jiwa meninggal. Jalan, jembatan, dan ribuan pemukiman hancur. Di tahun 2010 Gunung Merapi Yogya dengan mbah gembelnya meletus. Lebih dari 200 jiwa tewas. Sejumlah pemukiman, hutan dan sawah ladang hancur atau hangus terbakar lahar panas.

LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya