Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

Sambut Ramadhan 1442 Hijriyah

TV MUHAMMADIYAH (ADiTV Jogja)

Untuk dapat menonton konten ini anda perlu menginstall flash player
# Langsung live dari Adi-TV Jogjakarta

Jumat, 31 Mei 2013

RAHASIA DAHSYATNYA PERINTAH SHOLAT


Oleh : Ust. Suyadi, M.Pd.I

“Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',” 
(Q.S.-Baqarah: 2:45).

Sholat adalah ibadah mutidimensi yang tidak terpengaruh oleh situasi, kondisi dan domisili seseorang, ia adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada siapapun tanpa mengenal kedudukan, jabatan, jenis kelamin, status sosial dan status ekonomi seseorang, oleh karena itu sholat diwajibkan kepada siapapun, pimpinan maupun karyawan, pejabat maupun bawahan, laki maupun wanita, ketika sehat maupun sedang sakit bahkan dikala sedih maupun senang.



Ditinjau dari sudut manapun, shalat adalah ibadah yang memberikan banyak manfaat bagi pelakunya, dari sisi kejiwaan, sholat adalah ibadah yang paling ampuh untuk mengobati kegundahan dan kegelisahan hati, oleh karena itu tidak jarang Rasul memerintahkan kepada umatnya untuk sholat, jika menemui permasalahan dalam hidupnya, sebab pada hakekatnya shalat adalah bentuk “komunikasi” langsung antara sang pencipta dan hambaNya, shalat adalah tempat “curhat” paling indah yang bisa dilakukan hambaNya tanpa pernah merasa malu, takut atau tersinggung, namun mengapa tidak banyak hambaNya yang mau melakukannya ???

Ditinjau dari sisi kesehatan, sholat adalah ibadah yang banyak memberikan manfaat bagi pelakunya, sebab sholat adalah ibadah yang sengaja didesain sedemikian rupa, sehingga mulai takbir hingga takbiratul ikhram adalah gerakan-gerakan yang sarat dengan nilai-nilai kesehatan, tentunya jika dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan.



Ayat di atas memberikan penjelasan kepada kita bahwa sabar dan sholat adalah dua kekuatan yang bisa dijadikan sebagai senjata untuk menyelesaikan setiap problematika kehidupan, bahkan Allah telah memberikan garansi kepada setiap hambanya bahwa tidak ada satupun permasalahan di dunia ini kecuali Allah berikan jalan keluarnya, hal ini dimaksudkan agar jangan sampai kita mengambil jalan keliru dengan meminta pertolongan kepada selainNya, yang seringkali cenderung mengarah kepada kemusyrikan dan kemaksiatan.

Sabar dalam ayat di atas berarti (1).Menahan diri dari kehendak hawa nafsu yang menyimpang dari ajaran agama. (2). Mentaati kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan dan menjauhi laranganNya. (3).Menerima dengan sabar, tawakal dan rendah hati semua ujian yang ditakdirkan Allah, setelah berserah diri kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Shalat dalam ayat di atas berarti upaya maksimal untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai langkah strategis mencegah berbagai kemungkaran, realitas membuktikan bahwa, munculnya beragam kemungkaran tidak lebih karena mereka lupa dan jauh dari Allah, demikian pula banyaknya problematika kehidupan yang tidak terselesaikan karena mereka jauh dariNya.

Bagian terakhir dari ayat di atas mengisyaratkan kepada kita bahwa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kekuatan dari sholat kita adalah KHUSYUK, dan inilah bagian terpenting yang harus dipenuhi, Rasulullah s.a.w. bersabda : “Yang pertama akan hilang dari umatku adalah khusyuk, hingga kalian tidak lagi melihat orang khusyuk. (H.R. Tabrani. Sahih)

Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyuk, dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lagi orang khusyuk (al-Madarij 1/521).

Atho'pernah bertanya kepada Aisyah r.a.: ceritakan kepadaku apa yang paling kau kagumi dari Rasulullah, lalu Aisyah menangis. Suatu malam Rasulullah s.a.w. berdiri untuk sholat, beliau berkata: Wahai Aisyah biarkan aku menyembah Tuhanku. Sesungguhnya aku senang bersamamu dan aku senang menyenangkanmu". Lalu beliau pun bangun dan sholat, lalu beliau shalat sambil menangis sehingga lantai kamarku basah karena air mata beliau. Lalu berkumandanglah adzan Bilal untuk subuh, ketika Bilal melihat mata Rasulullah basah karena menangis, Bilal pun bertanya:"Wahai Rasulullah, untuk apa engkau menangis padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang? Rasul menjawab: Wahai Bilal aku lebih suka untuk menjadi hamba yang banyak bersyukur. Malam ini diturunkan kepadaku ayat yang rugilah orang yang membacanya dan tidak menghayatinya, yaitu surat Ali Imran 190-194. (Ibnu Hibban-sahih).

Tetesan air mata rasul merupakan bukti nyata betapa dekatnya beliau dengan sang pencipta, dan betapa tinggi penghayatan rasul terhadap shalat yang didirikannya, mampukah kita melakukannya ? Jawabannya tentu berpulang kepada kekuatan kita dalam memahami dan menghayati setiap gerakan maupun bacaan sholat yang kita kerjakan, jika tidak, sulit bagi kita mendapatkan manfaat darinya.

Inilah fenemona menarik yang bisa kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, betapa banyak orang yang mengerjakan shalat, tetapi tidak mendapatkan manfaat darinya, sebab yang dilakukannya tidak lebih hanya sekedar menggerakkan anggota badan dan melafalkan bacaan-bacaan yang sudah dihafalkannya tanpa pernah tahu hakekat yang sebenarnya.

Padahal Allah telah menyiapkan beragam penghargaan (reward) bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sholat, diantaranya adalah :

1. Diberikan kemampuan untuk dapat menghindari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-'Ankabut : 45).

2. Dijauhkan dari sifat keluh kesah, gelisah dan putus asa (QS. Al-Ma'arij : 19-23).

3. Selalu diberi pertolongan untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan (QS. Al-Baqarah : 45 & 153).

4. Diberikan ketenangan dan ketentraman dalam hatinya (QS. Al-Ra'du: 28, At-Taubah : 103).

5. Dijamin terpenuhi rezekinya (QS. Thoha : 132).

6. Diberikan kemenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhiratnya (”Hayya 'alash sholaah, Hayya 'alal falaah”).

7. Dimudahkan hisabnya pada Hari Perhitungan (HR. Thabrani).

8. Dimasukkan ke dalam surga Firdaus dan kekal di dalamnya (QS. Al-Mu'minun: 1-11).

9. Secara lebih luas masyarakatnya akan diberikan berkah dari langit dan bumi (QS. Al-A'raf: 96).

10.Ampunan dan penebusan dosa. (HR. Abu Dawud).


Penulis adalah Guru SMP Muhammadiyah 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


LAZISMU Surabaya

LAZISMU Surabaya
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Surabaya

MARI BERAMAL NYATA

MARI BERAMAL NYATA